KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) - Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan Halal Bihalal Keluarga Besar Guru Kecamatan Teluk Pakedai dan Kecamatan Kubu dalam rangka Idul Fitri 1447 Hijriah, Kamis (16/4/2026).Halal Bihalal Guru, Sujiwo Tekankan Integritas ASN dan Peran Strategis Pendidik
Momentum ini tidak sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi panggung penegasan arah pembangunan sumber daya manusia di Kubu Raya.
Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, S.E., M.Sos., hadir langsung dan menyampaikan pesan kuat tentang peran strategis guru serta pentingnya integritas aparatur sipil negara (ASN). Di hadapan para pendidik, ia menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, melainkan oleh kualitas karakter manusia yang menggerakkannya.
“Yang paling membanggakan bagi saya bukan semata pembangunan infrastruktur, tetapi ketika kita mampu mengubah karakter ASN menjadi lebih berintegritas, bertanggung jawab, dan melayani,” ujarnya.
Sujiwo menyebut, guru merupakan pilar utama dalam membentuk generasi masa depan sekaligus penentu arah perubahan. Karena itu, ia menaruh harapan besar agar para pendidik terus menjaga dedikasi dan profesionalisme, meski di tengah berbagai keterbatasan.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap ASN terikat pada sumpah jabatan yang tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada negara, tetapi juga kepada Tuhan. Prinsip tersebut, menurutnya, harus menjadi fondasi dalam setiap pengambilan keputusan dan pelaksanaan tugas.
“Kalau kita pegang teguh sumpah jabatan, kita tidak akan mudah tergelincir. Semua keputusan harus berbasis aturan dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Menanggapi masih adanya pandangan negatif masyarakat terhadap kinerja ASN, Sujiwo mengajak seluruh jajaran untuk menjawabnya dengan kerja nyata. Ia menilai, stigma tersebut hanya bisa dipatahkan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik yang konsisten.
“Tugas kita membuktikan bahwa opini negatif itu tidak benar. ASN Kubu Raya harus hadir sebagai solusi, bukan beban bagi masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Sujiwo juga menegaskan komitmennya melindungi para guru dari tindakan diskriminasi maupun kriminalisasi.
Ia memastikan akan berdiri di garda terdepan selama tenaga pendidik menjalankan tugas sesuai aturan.
“Selama guru bekerja sesuai mekanisme, tidak boleh ada yang menzalimi. Saya akan berdiri bersama para guru,” ujarnya dengan nada tegas.
Di sisi pembangunan, Bupati Sujiwo mengakui tantangan fiskal yang dihadapi daerah.
Namun demikian, ia memastikan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan, tetap berjalan. Di saat yang sama, sektor pendidikan menjadi prioritas utama ke depan, terutama dalam perbaikan sarana dan prasarana sekolah.
“Masih banyak sekolah yang kondisinya memprihatinkan. Ini menjadi fokus kami agar anak-anak mendapatkan fasilitas belajar yang layak,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga menyinggung upaya peningkatan kesejahteraan ASN, termasuk tambahan penghasilan pegawai (TPP), sebagai bagian dari strategi mendorong kinerja yang lebih optimal.
Mengakhiri sambutannya, Sujiwo mengajak seluruh elemen, khususnya para guru, untuk terus menumbuhkan semangat pengabdian dan optimisme dalam membangun daerah.
“Optimisme itu bagian dari doa. Kalau kita punya niat baik, bekerja keras, dan bersungguh-sungguh, insyaallah jalan akan terbuka,” pungkasnya. (Tim Liputan)
Editor : Aan