Duka Mendalam Sujiwo, Siman Bahar Dikenang sebagai Sosok Dermawan
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Suasana haru menyelimuti prosesi penghantaran abu jenazah almarhum Siman Bahar, sahabat karib Bupati Kubu Raya, Sujiwo. Dalam momen penuh duka tersebut, Sujiwo menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus mengenang sosok almarhum sebagai pribadi pekerja keras dan penuh kepedulian tanpa memandang perbedaan. (12/4/2026).
“Secara pribadi saya sangat kehilangan. Saya mengenal beliau sudah cukup lama, dan kami bersahabat dekat. Beliau itu pekerja keras, petarung, dan yang paling saya rasakan, beliau orang yang sangat baik,” ungkap Sujiwo.
Menurutnya, kebaikan Siman Bahar tidak hanya sebatas kata-kata, tetapi nyata dirasakan oleh banyak orang dari berbagai latar belakang. Ia menyebut almarhum sebagai sosok yang tulus membantu siapa saja, tanpa melihat perbedaan agama maupun kelompok.
“Saya menyaksikan langsung bagaimana beliau membantu banyak pihak. Tidak memandang agama, baik Muslim, Kristen, Katolik, Buddha, maupun Konghucu, semua dibantu. Itu yang membuat beliau begitu istimewa,” tambahnya.
Sujiwo juga mengakui bahwa seperti manusia pada umumnya, almarhum tidak luput dari kekurangan. Namun, hal tersebut tidak mengurangi nilai kebaikan yang telah ia tebarkan selama hidup.
“Tidak ada manusia yang sempurna. Tapi bagi saya, beliau adalah orang baik. Saat beliau menghadapi persoalan, saya hadir sebagai sahabat untuk memberikan dukungan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Sujiwo turut mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan sesuai dengan keyakinannya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan.
“Saya mohon doa dari semua pihak. Semua agama mengajarkan kebaikan. Semoga almarhum tenang dan bahagia di sisi Tuhan, dan keluarga diberi kesabaran serta ketabahan,” ucapnya.
Momen ini juga menjadi pengalaman pertama bagi Sujiwo menyaksikan langsung prosesi di rumah abu, yang merupakan bagian dari tradisi keagamaan umat Buddha. Ia mengaku mendapatkan pemahaman baru tentang keberagaman budaya dan kepercayaan di masyarakat.
“Saya baru pertama kali menyaksikan langsung proses di rumah abu. Ini bagian dari kepercayaan yang harus kita hormati. Di Kubu Raya sendiri ada beberapa rumah abu, vihara, dan klenteng yang menjadi bagian dari kekayaan budaya kita,” jelasnya.
Sebagai kepala daerah, Sujiwo menegaskan komitmennya untuk terus menjaga, merawat, dan melestarikan seluruh keberagaman budaya dan tradisi yang ada di Kabupaten Kubu Raya.
“Ini menjadi kekayaan luar biasa bagi daerah kita. Semua etnis, semua budaya harus kita jaga bersama agar tetap harmonis dan menjadi kekuatan bagi Kubu Raya,” tutupnya. (Tim Liputan)
Editor : Aan