BMKG Ingatkan Potensi Pasang Tinggi di Pontianak, Capai 1,7 Meter pada Awal April
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak merilis prakiraan pasang surut air laut untuk wilayah Kota Pontianak pada periode 1 hingga 7 April 2026. Dalam laporan tersebut, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pasang air laut yang cukup tinggi.
Berdasarkan data yang dirilis, pasang tertinggi diperkirakan mencapai 1,7 meter. Kondisi ini terjadi pada dua periode puncak, yakni pada 1 April 2026 sekitar pukul 04.00–05.00 WIB dan kembali terjadi pada 7 April 2026 pada malam hari sekitar pukul 20.00–23.00 WIB.
Selama periode tersebut, pola pasang surut menunjukkan fluktuasi yang cukup signifikan setiap harinya. Ketinggian air laut cenderung meningkat pada malam hingga dini hari, sementara siang hari mengalami penurunan hingga titik surut terendah sekitar 0,5 meter.
BMKG juga mencatat bahwa pasang maksimum tahunan pada 2026 diperkirakan dapat mencapai 2,0 meter dari Mean Lower Low Water (MLLW). Hal ini menandakan adanya potensi risiko banjir rob, khususnya di kawasan pesisir dan daerah rendah di Pontianak.
Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah pesisir diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan genangan air, terutama saat puncak pasang terjadi. Aktivitas nelayan, transportasi air, serta kegiatan di sekitar pelabuhan juga diminta untuk memperhatikan kondisi pasang surut guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.
BMKG mengingatkan agar masyarakat terus memantau informasi resmi terkait kondisi pasang surut serta mengambil langkah antisipasi sejak dini, terutama bagi wilayah yang rawan terdampak banjir rob. (tim Liputan)
Editor : Aan