KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Bupati Kubu Raya Sujiwo kembali mengingatkan masyarakat akan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring prediksi musim kemarau panjang yang akan datang lebih awal tahun ini. (25/3/2026).
Titik Api Muncul, Bupati Sujiwo: Kemarau Panjang Akibatkan Karhutla Ancam Kubu Raya
Mengacu pada prakiraan BMKG, kemarau diperkirakan mulai terjadi pada April dan mencapai puncaknya pada Juni hingga Juli. Kondisi ini dinilai sangat rawan memicu kebakaran lahan jika tidak diantisipasi sejak dini.
“Baru tiga hari memasuki kemarau saja sudah ada 123 titik api. Ini tidak bisa dianggap sepele, ini tugas berat bagi kita semua,” tegas Sujiwo saat diwawancarai di lokasi kebakaran.
Ia menegaskan, penanganan karhutla tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, TNI, dan Polri semata. Peran aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah meluasnya kebakaran.
Untuk itu, Sujiwo kembali menghimbau dengan tegas agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar dalam kondisi apapun.
“Kami mohon dengan segala hormat, jangan melakukan pembakaran lahan. Ini demi keselamatan kita bersama,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga mulai mendorong langkah antisipatif, khususnya kepada para pengembang perumahan, agar menyediakan embung atau sumber cadangan air di kawasan mereka. Hal ini dinilai penting mengingat banyak titik kebakaran justru terjadi di area perumahan yang minim sumber air.
“Kita akan dorong pengembang untuk membuat embung sebagai cadangan air. Karena banyak kebakaran terjadi di area perumahan,” jelasnya.
Sujiwo juga mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian yang telah melakukan penegakan hukum di sejumlah titik kebakaran. Ia bahkan menduga beberapa kasus kebakaran yang terjadi saat ini tidak lepas dari unsur kesengajaan.
“Sudah ada beberapa titik yang dilakukan penegakan hukum. Dugaan kami, ada yang sengaja dibakar,” ungkapnya.
Saat ini, upaya pemadaman terus dilakukan, meski terkendala keterbatasan sarana, termasuk menunggu kedatangan mobil tangki air di sejumlah lokasi.
Dengan meningkatnya jumlah titik api dalam waktu singkat, Sujiwo menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk mencegah karhutla meluas.
“Ini tanggung jawab kita bersama. Kalau tidak kita kendalikan dari sekarang, dampaknya akan semakin besar ke depan,” pungkasnya. (Tim Liputan)
Editor : Aan