Curah Hujan Kalbar Diprediksi Meningkat 11–20 Maret 2026, Pesisir Tetap Waspada Potensi Kekeringan

Editor: Redaksi author photo

 Curah Hujan Kalbar Diprediksi Meningkat 11–20 Maret 2026, Pesisir Tetap Waspada Potensi Kekeringan
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Curah hujan di wilayah Kalimantan Barat diperkirakan kembali meningkat pada Dasarian II atau periode 11–20 Maret 2026. Meski demikian, beberapa wilayah pesisir seperti Sambas, Singkawang, dan Mempawah diprediksi masih mengalami curah hujan yang relatif rendah.

Berdasarkan laporan prospek iklim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Kalimantan Barat, curah hujan di Kalbar secara umum berada pada kisaran 21–150 mm per dasarian dengan kategori rendah hingga menengah. Sifat hujan diperkirakan berada pada kategori bawah normal hingga normal.

Hasil pemantauan hingga 10 Maret 2026 juga menunjukkan bahwa hari tanpa hujan terpanjang di Kalbar mencapai 13 hari yang tercatat di wilayah Siantan Hulu, Kota Pontianak, dengan kategori menengah.

Dari sisi dinamika atmosfer global, kondisi iklim saat ini berada dalam fase netral. Indeks ENSO tercatat -0,28 dan Indeks IOD +0,4, yang sama-sama menunjukkan kondisi netral dan diperkirakan bertahan hingga pertengahan tahun 2026. Sementara itu, aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) berada di fase 5 atau Maritime Continent dan diprediksi bergerak ke fase 6, yang berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan di wilayah Kalimantan Barat terutama pada awal dasarian kedua Maret.

BMKG memprediksi sebagian besar wilayah seperti Kapuas Hulu, Sintang, Melawi, Sanggau, Sekadau, Bengkayang, Kayong Utara, dan Ketapang memiliki peluang lebih dari 70 persen mengalami curah hujan di atas 50 mm per dasarian. Sebaliknya, wilayah Sambas, Singkawang, dan Mempawah diperkirakan memiliki peluang lebih dari 70 persen mengalami curah hujan di bawah 50 mm per dasarian.

Secara umum, curah hujan pada periode 11–20 Maret 2026 diprediksi berada pada kisaran 21–100 mm per dasarian dengan kategori rendah hingga menengah.

BMKG juga mengingatkan bahwa wilayah dengan curah hujan rendah perlu mewaspadai potensi munculnya titik panas serta disarankan mulai mempersiapkan cadangan air sebagai langkah antisipasi menghadapi kemungkinan kondisi kering di beberapa daerah pesisir Kalimantan Barat. (tim Liputan)
Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini