KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Bupati Kubu Raya Sujiwo turun langsung meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Serdam, Kecamatan Sungai Raya. Dalam peninjauan tersebut, ia memastikan langkah konkret pemerintah daerah dengan membangun embung sebagai sumber air guna mendukung pemadaman. (27/3/2026). Bupati Kubu Raya Targetkan 100 Embung untuk Cegah Karhutla di Sungai Raya
Sujiwo menjelaskan, embung yang tengah dibangun memiliki kedalaman lebih dari dua meter dan diharapkan mampu menjadi cadangan air di titik-titik rawan kebakaran. Bahkan, di lokasi tersebut ditemukan sumber air alami yang dinilai sangat membantu upaya pemadaman.
“Ini salah satu solusi kita, karena kendala terbesar saat pemadaman adalah tidak tersedianya air. Jadi kita buat embung di titik-titik yang sering terjadi kebakaran,” ujarnya.
Ia menyebutkan sejumlah wilayah prioritas pembangunan embung, di antaranya Ujung Serdam, Parit Delima, Limbung, Parit Ngabe, sekitar SMA Negeri 4, hingga Rasau. Di lokasi-lokasi tersebut, kebakaran lahan kerap terjadi berulang setiap musim kemarau.
Menurutnya, saat ini pembangunan embung baru dimulai. Dalam satu hari, pihaknya sudah mampu membuat hingga empat embung dengan mengerahkan berbagai alat berat, termasuk excavator long arm dan alat kecil tambahan.
“Target kita semaksimal mungkin, bisa mencapai 50 sampai 100 embung untuk menghadapi prediksi kemarau panjang dari BMKG,” tegasnya.
Sujiwo juga mengingatkan bahwa karakteristik lahan gambut di Kubu Raya sangat rawan. Meski api terlihat padam, bara di dalam tanah bisa kembali menyala saat tertiup angin.
“Ini yang jadi risiko, gambut itu kalau kena angin bisa hidup lagi apinya. Makanya kita harus benar-benar tuntas di satu titik sebelum pindah ke lokasi lain,” jelasnya.
Ia berharap dengan pembangunan embung ini, proses pemadaman bisa lebih cepat dan efektif, sehingga personel dapat segera digeser ke titik kebakaran lainnya.
“Mohon doa masyarakat, semoga upaya ini berjalan lancar. Kita harus siap menghadapi musim kemarau panjang bersama-sama,” pungkasnya. (tim Liputan)
Editor : Aan