Awal Maret 2026, Hujan di Kalbar Mulai Menurun, Pesisir Diminta Waspada Titik Panas

Editor: Redaksi author photo

 Awal Maret 2026, Hujan di Kalbar Mulai Menurun, Pesisir Diminta Waspada Titik Panas

KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) 
BMKG Stasiun Klimatologi Kalimantan Barat merilis Prospek Iklim Dasarian I (1–10 Maret 2026) dengan tren curah hujan yang mulai menurun, terutama di sejumlah wilayah pesisir Kalimantan Barat.

Berdasarkan monitoring hingga 28 Februari 2026, curah hujan di Kalbar umumnya berada pada kategori rendah hingga menengah, berkisar antara 11–150 mm per dasarian dengan sifat hujan bawah normal hingga normal. Hari tanpa hujan (HTH) berturut-turut secara umum masih tergolong sangat pendek (1–5 hari), namun HTH terpanjang tercatat selama 8 hari di Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, serta di Delta Pawan dan Stamet Ketapang.

Untuk periode 1–10 Maret 2026, curah hujan diprediksi berkisar 21–100 mm per dasarian dengan kategori rendah-menengah. Peluang curah hujan kurang dari 50 mm/dasarian dengan probabilitas lebih dari 70 persen diprakirakan terjadi di Singkawang, Mempawah, dan Pontianak. Sementara Kapuas Hulu berpeluang mengalami curah hujan di atas 50 mm/dasarian.

Secara dinamika atmosfer, indeks ENSO (-0,27) dan IOD (+0,4) berada pada fase netral dan diprediksi bertahan hingga pertengahan tahun 2026. Angin baratan masih aktif pada Maret dan diperkirakan berubah pola pada April mendatang. Puncak musim hujan 2025/2026 sendiri telah terjadi pada Desember 2025.

BMKG mengingatkan wilayah yang berpotensi mengalami curah hujan rendah, khususnya Singkawang, Mempawah, dan Pontianak, agar mewaspadai potensi munculnya titik panas serta mulai mempersiapkan cadangan air.

BMKG juga mengimbau para pemangku kepentingan dan mitra iklim untuk terus memantau pembaruan informasi guna mendukung perencanaan kegiatan operasional di lapangan. (Tim Liputan)
Editor : aan

Share:
Komentar

Berita Terkini