IKLAN









Diduga Dibakar, Bupati Sujiwo Desak Pelaku Karhutla Segera Ditangkap

Editor: Redaksi author photo

 Api Diduga Dibakar, Bupati Sujiwo Desak Pelaku Karhutla Segera Ditangkap
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA)  – Bupati Sujiwo menyuarakan keprihatinan sekaligus kemarahan atas maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya. Dalam peninjauan lapangan yang didampingi Wakapolres, BPBD, DPRD provinsi, serta jajaran Polres dan dinas terkait, ia menegaskan dugaan kuat bahwa sebagian titik api bukan terjadi secara alami, melainkan akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab. (27/3/2026).

“Kalau feeling saya, ini dibakar. Tidak mungkin ratusan titik muncul begitu saja,” tegasnya.

Data yang disampaikan menunjukkan lonjakan signifikan titik api, dari 123 titik sebelumnya menjadi 91 titik pada hari ini, meski sebagian telah berhasil dikendalikan. Namun, Sujiwo menilai kejadian ini sebagai kejahatan serius yang berdampak luas bagi masyarakat.

Ia pun mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian yang telah memasang garis polisi (police line) di sejumlah lokasi. Namun demikian, ia menaruh harapan besar agar pelaku segera ditangkap dan diproses hukum secara tegas.

“Saya berharap pelaku ini tertangkap, diborgol, dan dipublikasikan. Mereka tidak punya hati nurani,” ujarnya dengan nada tegas.

Menurutnya, dampak kebakaran tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu perekonomian, kesehatan masyarakat, hingga aktivitas pendidikan. Terlebih, kejadian ini berlangsung di tengah suasana Lebaran, saat masyarakat seharusnya merasakan kenyamanan.

Di lapangan, tantangan pemadaman juga tidak ringan. Minimnya sumber air dan sulitnya akses membuat petugas harus bekerja ekstra, bahkan menggunakan cara tradisional untuk memadamkan api.

“Kita siap siaga siang malam, tapi kondisi alam kadang tidak mendukung. Tidak ada sumber air, mobil tidak bisa masuk, kita sampai pakai kayu untuk memukul api,” jelasnya.

Pemerintah daerah bersama tim gabungan kini terus berupaya mengantisipasi kondisi lebih buruk, termasuk dengan menggali sumber air dan memperdalam sungai sebagai cadangan. Hal ini dilakukan menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika terkait potensi kemarau panjang mulai April hingga puncaknya di Juli.

Mengakhiri pernyataannya, Sujiwo mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri dan tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apapun.

“Kebakaran ini tanggung jawab kita bersama. Biarlah kami yang berjibaku memadamkan, masyarakat cukup patuhi imbauan: jangan membakar,” pesannya.

Ia juga kembali menegaskan dukungannya terhadap aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini hingga pelaku benar-benar tertangkap. (tim Liputan)
Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini