KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti kegiatan selamatan Pasar Kapur Raya, Kabupaten Kubu Raya. Dalam momentum tersebut Bupati Kubu Raya Sujiwo hadir langsung bersama Ketua DPRD dan Kepala Desa setempat, menyapa para pedagang yang kini merasakan perubahan signifikan di pasar tersebut. (17/2/2026).
Selamatan Pasar Kapur Raya, Bupati Sujiwo: Omzet Pedagang Naik Drastis
Dalam sambutannya, Sujiwo mengungkapkan bahwa beberapa bulan lalu Pasar Kapur Raya dikenal sebagai salah satu kawasan paling semrawut dan kumuh di wilayah tersebut. Bahkan, banyak laporan masyarakat yang meminta agar area itu digusur.
“Ketika saya turun langsung, saya melihat sebagian besar pedagang adalah warga Kubu Raya yang menggantungkan hidup untuk masa depan anak-anak mereka. Kalau digusur, mereka mau usaha di mana?” ujar Sujiwo.
Ia menegaskan, keputusan untuk tidak menggusur pedagang diambil setelah mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan keberlangsungan ekonomi masyarakat. Menurutnya, relokasi ke pasar lain seperti Pasar Sejati tidak memungkinkan karena perbedaan jenis dagangan.
Akhirnya, solusi penataan menjadi pilihan. Lapak-lapak dimundurkan sekitar 10 meter agar lebih tertata, dilakukan pengecatan seragam, pemasangan lampu penerangan, hingga perbaikan halaman dengan bantuan material seperti pasir dan semen. Bahkan, rolling door dan penerangan tambahan turut dipasang untuk menunjang kenyamanan.
“Walaupun sederhana, yang penting bersih, rapi, dan nyaman. Ke depan kita juga akan buat taman kecil dan neon box bertuliskan Pasar Kapur Raya agar semakin tertata,” tambahnya.
Hasilnya mulai dirasakan para pedagang. Berdasarkan testimoni yang diterima Bupati, omzet pedagang mengalami kenaikan signifikan. Ada yang sebelumnya hanya meraih Rp200 ribu per hari, kini bisa mencapai Rp600 ribu. Bahkan, beberapa pedagang mengaku peningkatan hingga 300 persen.
“Saya yakin, kalau pasar itu bersih, nyaman, parkirnya tertata, maka pengunjung pasti ramai. Itu sunnatullah,” tegas Sujiwo.
Ia berharap para pedagang terus menjaga kerapian dan kebersihan pasar agar manfaatnya berkelanjutan. Menurutnya, kebahagiaan pedagang adalah kebahagiaan pemerintah daerah.
“Saya ingin selalu menangis dan tertawa bersama rakyat. Ketika rakyat bahagia, kebahagiaan saya lebih dari mereka,” pungkasnya.
Kini, Pasar Kapur Raya menjadi contoh bahwa penataan humanis tanpa penggusuran mampu menghadirkan perubahan nyata bagi kesejahteraan masyarakat kecil di Kabupaten Kubu Raya. (Tim Liputan)
Editor : Aan