KALBARNEWS.CO.ID (SINTANG) – Gubernur Kalimantan Barat, H. Ria Norsan, bertemu jajaran Pemerintah Kabupaten Sintang di Pendopo Bupati Sintang, Senin (23/2/2026). Pertemuan tersebut dihadiri Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sintang. Gubernur juga didampingi sejumlah kepala OPD Pemprov Kalbar.
Ria Norsan Ajak Pemkab Sintang Perkuat Kolaborasi Dongkrak IPM Kalbar
Dalam arahannya, Ria Norsan menegaskan pentingnya kolaborasi kuat antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota untuk mencapai target pembangunan, khususnya dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Barat.
“Saya dan Pak Krisantus sudah satu tahun memimpin Kalbar. Ada yang sudah dicapai dan ada yang belum. Salah satu yang belum maksimal adalah capaian Indeks Pembangunan Manusia Kalbar yang saat ini berada di angka 72,09. Kita masih di urutan kelima dari enam provinsi di Kalimantan,” ujar Ria Norsan.
Menurutnya, salah satu faktor utama yang memengaruhi rendahnya IPM adalah sektor pendidikan. Ia mengungkapkan bahwa persentase warga Kalbar yang menamatkan pendidikan hingga SMA baru sekitar 25 persen, dan sebagian besar sudah bekerja.
“Ke depan, kita akan memperbanyak program Paket C di pedesaan. Guru-gurunya juga akan kita dorong datang langsung ke perusahaan-perusahaan untuk memberikan pembelajaran kepada karyawan yang belum menyelesaikan pendidikan,” jelasnya.
Ria Norsan menekankan bahwa peningkatan IPM bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Kalbar, melainkan juga pemerintah kabupaten dan kota. Bahkan, menurutnya, kunci utama peningkatan IPM ada di tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten.
“Karena itu, saya mohon kerja sama pemerintah kabupaten dan kota untuk berkolaborasi meningkatkan IPM Kalimantan Barat,” tegasnya.
Selain sektor pendidikan, Gubernur juga mengajak masyarakat untuk aktif memperbarui data kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Ia menjelaskan bahwa data IPM yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) bersumber dari data Dukcapil.
“Misalnya, sebelumnya status anak masih sekolah, tetapi sekarang sudah lulus sarjana, segera ubah datanya. BPS mengambil data dari Dukcapil. Dengan data yang akurat dan mutakhir, IPM kita bisa ikut meningkat,” ajaknya.
Melalui pertemuan tersebut, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara Pemprov Kalbar dan Pemkab Sintang dalam mempercepat peningkatan kualitas pendidikan, kesejahteraan, dan daya saing masyarakat di Kalimantan Barat. (Tim Liputan)
Editor : Aan