KALBARNEWS.CO.ID (SINTANG) - Bupati Sintang yang diwakili oleh Asmidi Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan membuka Bimbingan Teknis Optimalisasi Pengelolaan Program Layanan Pendidikan Nonformal dan Informal serta Pembelajaran Mendalam Digitalisasi Pada Pendidikan Kesetaraan Sanggar Kegiatan Belajar Kabupaten Sintang pada Senin, 9 Februari 2026 di Aula Sanggar Kegiatan Belajar Kabupaten Sintang di Jalan Sintang-Pontianak KM 17.
Pemkab Sintang Dukung Pendidikan Nonformal, Bantu Tingkatkan SDM
Hadir pada pembukaann tersebut Herkolanus Roni Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Risnandi Camat Sungai Tebelian, Forkopimcam, Kades Sungai Ukoi, Kepala Sanggar Kegiatan Belajar Kabupaten Sintang, Pesera Bimtek dan narasumber.
Asmidi saat membacakan sambutan Bupati Sintang menyampaikan Kabupaten Sintang dengan karakteristik wilayah yang luas, kondisi geografis yang beragam, serta latar belakang sosial masyarakat yang heterogen, menuntut hadirnya sistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkeadilan. dalam konteks inilah, pendidikan nonformal dan pendidikan kesetaraan memiliki peran yang sangat strategis.
“Sanggar kegiatan belajar tidak hanya menjadi alternatif pendidikan, tetapi menjadi ruang harapan bagi masyarakat yang karena keterbatasan ekonomi, geografis, sosial, maupun faktor lainnya belum mendapatkan layanan pendidikan formal secara optimal. oleh sebab itu, keberadaan skb harus terus diperkuat, baik dari sisi kelembagaan, sumber daya manusia, maupun kualitas layanan pembelajarannya” terang Asmidi
Asmidi mengatakan kita menyadari bahwa tantangan pendidikan ke depan semakin kompleks. perubahan teknologi, dinamika dunia kerja, serta tuntutan kompetensi abad ke-21 menuntut dunia pendidikan untuk tidak lagi bertumpu pada pola lama. pendidikan kesetaraan harus bergerak menuju pembelajaran yang relevan, kontekstual, dan memberdayakan.
“Melalui bimbingan teknis ini, kita ingin memastikan bahwa pengelolaan program pnfi dilakukan secara terencana, efektif, dan akuntabel, sekaligus mendorong terwujudnya pembelajaran mendalam (deep learning) yang memanfaatkan teknologi digital secara bijak dan produktif. digitalisasi dalam pendidikan bukan sekadar penggunaan perangkat teknologi, tetapi bagaimana proses belajar mampu membentuk kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan berkarakter” tambah Asmidi
Asmidi menjelaskan para pamong belajar dan tutor diharapkan tidak hanya menjadi pengajar, tetapi menjadi fasilitator pembelajaran, pendamping, sekaligus inspirator bagi warga belajar. dengan penguasaan literasi digital yang baik, pembelajaran kesetaraan dapat menjadi lebih fleksibel, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Sintang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan. Pendidikan nonformal dan kesetaraan menjadi salah satu instrumen penting dalam menekan angka putus sekolah, meningkatkan keterampilan masyarakat, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas” terang Asmidi.
“Saya mendorong agar hasil dari bimbingan teknis ini tidak berhenti pada tataran pengetahuan semata, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam praktik pengelolaan dan pembelajaran di sanggar kegiatan belajar. Bangunlah inovasi, kembangkan jejaring kerja sama, dan manfaatkan teknologi sebagai sarana untuk memperluas jangkauan layanan pendidikan kesetaraan di Kabupaten Sintang” pesan Asmidi. (Tim Liputan)
Editor : Aan