KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Usai sukses dengan panen ikan, kini giliran panen melon yang menjadi cerita bersambung berikutnya dari Bupati Kubu Raya, Sujiwo. Bertempat di pusat Balai Benih milik pribadi yang berlokasi di Kubu Raya, Sujiwo menegaskan komitmennya menjadikan lokasi tersebut sebagai pusat agrowisata sekaligus pusat informasi dan edukasi ketahanan pangan. (22/2/2026).
Panen Melon di Balai Benih, Sujiwo Siapkan Agrowisata dan Pusat Edukasi Ketahanan Pangan
“Rencananya tiga bulan lagi ini sudah menjadi agrowisata. Misinya sosial. Ini akan jadi pusat informasi dan edukasi. Kalau ingin menjemput semangat tentang ketahanan pangan, nanti datang ke sini,” ujar Sujiwo saat ditemui di sela panen melon.
Menurutnya, balai benih tersebut bukan milik pemerintah, melainkan milik pribadi yang dikelola untuk kepentingan sosial. Selama ini, pihaknya rutin membagikan bibit dan benih secara gratis kepada masyarakat, mulai dari tomat, cabai hingga berbagai jenis sayur-mayur.
Bahkan, kata dia, ada permintaan masyarakat agar bibit cabai yang dibagikan sudah dalam kondisi berbuah. Permintaan itu pun direspons positif.
“Kalau memang masyarakat maunya cabai yang sudah berbuah saat dibagikan, ya kita buahkan dulu. Nanti yang benar-benar mau merawat, mungkin kita kasih dua atau tiga pohon. Itu sudah cukup, tidak perlu beli cabai lagi,” jelasnya.
Tak hanya bibit, hasil panen seperti melon dan pete juga dipersilakan untuk dibawa pulang oleh para tamu dan masyarakat yang hadir. Suasana panen berlangsung penuh keakraban, bahkan jajaran Forkopimda termasuk Kapolres turut hadir dan memegang langsung hasil panen.
Sujiwo menegaskan, konsep yang ia bangun sederhana: berbagi untuk kebahagiaan bersama.
“Rumus hidup itu simpel. Kalau ingin bahagia, bahagiakan orang lain, terutama yang kurang mampu. Konsep hidup itu tabur dan tuai. Apa yang kita tanam, itu yang kita panen,” tuturnya.
Ia pun mengibaratkan kehidupan seperti menanam di ladang. Jika menanam ilalang, maka yang dipanen adalah ilalang. Namun jika menanam melon, maka yang dipanen adalah buah yang bermanfaat.
Dengan semangat tersebut, Sujiwo berharap ke depan balai benih dan agrowisata ini tidak hanya menjadi tempat produksi pertanian, tetapi juga ruang belajar, berbagi, dan membangun kemandirian pangan masyarakat Kubu Raya. (Tim Liputan)
Editor : Aan