KALBARNEWS.CO.ID (JAKARTA) - Dalam setiap momentum Season Preview, sederet koleksi terbaru dihadirkan dalam presentasi yang dibuat tematik sesuai dengan tema utama yang diangkat. Namun tak hanya menghadirkan rangkaian koleksi musim terbaru saja, selama acara berlangsung mulai tanggal 23 Januari hingga 1 Februari 2026, turut digelar berbagai acara kreatif dan atraktif untuk para pecinta LifeWear.
Menutup gelaran Spring/ Summer 2026 Season Preview, di hari terakhir digelar Sustainability Day, sejalan dengan komitmen berkelanjutan UNIQLO dalam menghadirkan berbagai pengalaman untuk mendukung gaya hidup yang lebih mindful, di antaranya yaitu sesi workshop Urban Oasis: Aroma & Harmony, Matcha Bowl Painting, Upcycled Tote Bag Creative bersama Adrie Basuki, dan talk show berjudul The Mindful LifeWear Pause. Tak ketinggalan Tree of Peace, di mana UNIQLO mengajak masyarakat untuk menuliskan pesan dan harapan akan perdamaian dunia serta kesejahteraan manusia di mana pun berada, sekaligus sebagai bagian dari bentuk semangat program UNIQLO PEACE FOR ALL.
”Melalui LifeWear, kami akan
terus berupaya membuat hidup setiap orang menjadi lebih baik,
dengan desain yang disempurnakan akan memberikan kenyamanan lebih bagi
kehidupan bermasyarakat. UNIQLO percaya bahwa pakaian memiliki kekuatan untuk
membawa kebaikan. Melalui instalasi PEACE FOR ALL yang dihadirkan, UNIQLO tak
hanya menyampaikan pesan damai lewat desain serta nilai-nilai yang melandasi
gerakan ini, namun juga menghadirkan sederet aktivitas agar pesan damai lebih
mudah dipahami dan mendapatkan pengalaman yang berkesan, Berbagai pengalaman
baru yang kami hadirkan pada Sustainability Day ini diharapkan dapat menjadi
momentum untuk berhenti sejenak dari rutinitas, menggantikannya dengan hal baru
yang dapat menjadi penyeimbang diri,” ujar Irma Yunita, Corporate Affairs Director PT Fast Retailing Indonesia (UNIQLO).
Pada sesi workshop Urban Oasis: Aroma
& Harmony, UNIQLO berkolaborasi dengan Agustina Ciptarahayu, Founder & CEO Botanina
untuk memberikan sesi spesial kepada rekan-rekan media untuk menyelami diri dan
menemukan aroma wewangian yang tepat, yang dapat memberikan kenyamanan.
Pengalaman meracik wewangian dengan aroma yang personal hingga menemukan rasa
yang menenangkan ini selaras dengan filosofi LifeWear, pakaian yang dapat
memberi kenyamanan serta memberikan makna lebih akan ritual harian yang dapat
menjadi penyeimbang diri. Melalui pendekatan secara personal dalam setiap
langkah pembuatan wewangian, beberapa pertanyaan mengenai karakter diri para
peserta, dan pengenalan akan berbagai essential oil, mulai dari aroma segar, earthy,
hingga menenangkan, menjadi acuan dalam menemukan aroma yang tepat.
Selain itu, workshop kreatif yang
dihadirkan tak kalah menarik. Menghias matcha bowl yang diinisiasi oleh UNIQLO
dan Hanamakesalot Studio menjadi sesi yang menyenangkan. Menuangkan sisi
kreatif melalui pulasan cat membentuk corak dan pemilihan warna-warna agar
tercipta harmoni menciptakan rasa gembira dan bisa menjadi stress-relief.
Memasuki sore hari, desainer muda Adrie Basuki bersama UNIQLO menggelar sesi workshop
Upcycled Tote Bag Creative. Dengan menggunakan sisa-sisa kain pakaian UNIQLO
yang sudah tidak terpakai, dapat menjadi hiasan untuk membuat tote bag
menjadi lebih personal. Dengan membuat sendiri hiasan pada tote bag,
selain menjadi kreasi yang artistik dan terpakai, juga memperpanjang umur pakai
pakaian UNIQLO, serta memberikan kebanggan tersendiri karena dapat membuat
hasil karya sendiri.
Talk show yang dihadirkan pada
Sustainability Day dengan mengangkat judul The Mindful LifeWear Pause juga
menjadi salah satu acara yang dinantikan. Irma Yunita, Corporate Affairs Director PT Fast Retailing
Indonesia (UNIQLO), bersama Rhaka Ghanisatria, Co-Founder & CEO
Menjadi Manusia, dan Tsamara Fahrana, Human Design Coach yang
juga penulis buku, berbincang mengenai ‘berhenti sejenak’.
Mengingatkan untuk selalu kembali ke diri sendiri terlebih dulu untuk dapat
mengenal dan berinteraksi sesama manusia dengan lebih baik lagi, selaras dengan
inisiatif PEACE FOR ALL yang terus menyebarkan pesan damai. Dimulai dari
langkah terkecil namun dengan komitmen dan konsistensi yang terus berlanjut
dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia.
Instalasi Tree of Peace tahun ini dihadirkan berupa gambar pohon berukuran besar di dinding instalasi PEACE FOR ALL, Para pengunjung dan pecinta LifeWear dapat menuliskan pesan damai dan direkatkan di Tree of Peace.
Bersama dengan Tree of Peace, instalasi PEACE FOR ALL memberikan informasi detail. Dari sehelai T-shirt grafis, memiliki kekuatan untuk menyebarkan perdamaian. Hingga saat ini, sebanyak 48 kontributor telah menyumbangkan desain mereka, dengan lebih dari 9.61 juta T-shirts terjual dan memberikan kontribusi donasi sebanyak lebih dari 18 juta Dollar AS* (data hingga Desember 2025), setara dengan Rp 4,9 Milyar.
Salah satu implementasi dari dana yang terkumpul dialokasikan dalam program air bersih, sanitasi, dan edukasi perdamaian di Sleman, Yogyakarta termasuk pemantauan, pelatihan hingga pendistribusian air bersih ke komunitas, terutama di wilayah Bokoharjo.
Kemudian dilanjutkan
program berikutnya di Bandung, Jawa Barat, dikarenakan tingginya angka
kekerasan terhadap anak serta terbatasnya akses terhadap air bersih dan
fasilitas sanitasi yang layak di sekolah, agar dapat menjawab kebutuhan yang
paling mendesak sekaligus memperkuat upaya jangka panjang dalam perlindungan
anak dan pengembangan komunitas. (Tim Liputan)
Editor : Aan