KALBARNEWS.CO.ID (MEMPAWAH) – Kualitas udara di Kabupaten Mempawah sempat berada pada level sangat tidak sehat pada Senin, 9 Februari 2026. Berdasarkan rilis Stasiun Klimatologi BMKG Kalimantan Barat, konsentrasi partikel halus PM2.5 di Mempawah tercatat mencapai 237,9 µg/m³, jauh di atas ambang batas aman. Kualitas Udara Mempawah Sempat Sangat Tidak Sehat, PM2.5 Tembus 237,9 µg/m³
Data tersebut merupakan hasil analisis kualitas udara harian PM2.5 periode pukul 00.00 hingga 23.00 WIB yang dirilis BMKG pada 10 Februari 2026. Lonjakan tertinggi konsentrasi PM2.5 di Mempawah terjadi pada pukul 01.00 dan 03.00 WIB, dengan kategori sangat tidak sehat.
BMKG mencatat, secara umum kualitas udara di Provinsi Kalimantan Barat pada tanggal tersebut berada dalam kategori sedang, namun Mempawah menjadi wilayah dengan konsentrasi PM2.5 tertinggi dibandingkan daerah pantauan lainnya.
Setelah pukul 04.00 WIB, konsentrasi PM2.5 di Mempawah mengalami penurunan signifikan dan bergerak ke kategori sedang hingga baik pada siang hari. Meski demikian, BMKG tetap mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kesehatan akibat paparan partikel halus, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan.
Partikel PM2.5 diketahui dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan berisiko menimbulkan gangguan kesehatan apabila terpapar dalam konsentrasi tinggi. Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas luar ruang saat kualitas udara memburuk serta menggunakan masker bila diperlukan.
BMKG Kalimantan Barat terus melakukan pemantauan kualitas udara melalui sejumlah stasiun pantau guna memberikan informasi terkini kepada masyarakat. (Tim Liputan)
Editor : Aan