KALBARNEWS.CO.ID (KALBAR) – Data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kalbar mencatat lonjakan konsentrasi partikulat PM2.5 pada Kamis, 13 Februari 2026. Wilayah Jongkat, Kabupaten Mempawah, menjadi titik dengan angka tertinggi yang mencapai 223,3 µg/m³ pada pukul 06.00 WIB dengan kategori Sangat Tidak Sehat. Jongkat Mempawah Tembus 223 µg/m³, Kualitas Udara “Sangat Tidak Sehat” Pagi Hari
Meski rata-rata harian di Jongkat tercatat 47,1 µg/m³ (kategori Sedang), lonjakan tajam di pagi hari tersebut menjadi perhatian karena berpotensi berdampak pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan.
Sementara itu, di Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, konsentrasi tertinggi tercatat 44 µg/m³ pada pukul 09.00 WIB dengan kategori Sedang. Rata-rata harian di wilayah ini berada di angka 24,2 µg/m³, juga dalam kategori Sedang.
Kondisi berbeda terjadi di Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang. Di wilayah ini, kualitas udara tergolong Baik, dengan konsentrasi tertinggi hanya 5,5 µg/m³ pada pukul 16.00 WIB dan rata-rata harian 2,0 µg/m³.
Secara umum, pemantauan kualitas udara di wilayah Kalimantan Barat menunjukkan fluktuasi yang cukup signifikan antar daerah dan waktu. BMKG mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah dengan kategori Tidak Sehat hingga Sangat Tidak Sehat, untuk mengurangi aktivitas luar ruangan pada jam-jam dengan konsentrasi tinggi serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar.
Lonjakan pagi di Jongkat ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan bersama terhadap kualitas udara, terutama di musim dengan potensi peningkatan partikulat akibat faktor cuaca dan aktivitas lingkungan