Imlek dan Ramadan, Gregorius Herkulanus Bala Tekankan Stabilitas Harga dan Pasokan Pangan

Editor: Redaksi author photo

 Imlek dan Ramadan, Gregorius Herkulanus Bala Tekankan Stabilitas Harga dan Pasokan Pangan
KALBARNEWS.CO.ID (SINTANG)  – Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Tahun 2026, yakni Imlek, Bulan Suci Ramadan, dan Idulfitri 1447 Hijriah, Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, memimpin Rapat Koordinasi High Level Meeting di Pendopo Bupati Sintang, Jumat (13/2/2026).

Rapat tersebut dihadiri seluruh anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sintang. Dalam arahannya, Bupati menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, khususnya menjelang momentum hari besar keagamaan yang identik dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Ia menjelaskan, rakor dilaksanakan untuk menyatukan langkah dan strategi dalam menjaga kestabilan harga, kelancaran distribusi, ketersediaan pasokan, serta komunikasi yang efektif.

“Tahun 2025 angka inflasi di Kabupaten Sintang berada di angka 2,02 persen, di atas inflasi Provinsi Kalbar yang sebesar 1,85 persen, namun masih di bawah inflasi nasional yang tercatat 2,92 persen. Pada Desember 2025, inflasi dipicu oleh kenaikan harga cabai rawit akibat penurunan produksi karena curah hujan tinggi, serta kenaikan harga emas perhiasan, bawang merah, sabun mandi cair, dan tarif angkutan udara,” terang Bupati.

Memasuki tahun 2026, lanjutnya, dinamika ekonomi semakin kompleks. Penurunan transfer ke daerah serta gangguan produksi akibat anomali cuaca menekan pasokan komoditas strategis seperti beras, cabai, dan bawang. Selain itu, meningkatnya permintaan musiman pada periode HBKN turut memberi tekanan tambahan.

“Tekanan juga datang dari akselerasi program makan bergizi gratis, kenaikan harga emas, tarif angkutan udara, serta LPG 3 kilogram,” jelasnya.

Bupati mengungkapkan bahwa dampak dinamika tersebut tercermin dari angka inflasi Januari 2026 yang mencapai 4,52 persen, tertinggi di Kalimantan Barat dan jauh meningkat dibandingkan Januari 2025 yang hanya 0,12 persen.

“Kontributor terbesar inflasi Januari 2026 di Kabupaten Sintang berasal dari tarif listrik sebesar 2,24 persen, emas perhiasan 1,24 persen, bahan bakar rumah tangga 0,32 persen, beras 0,17 persen, dan bawang merah 0,10 persen,” paparnya.

Menghadapi kondisi tersebut, Bupati meminta TPID Kabupaten Sintang untuk melakukan pendataan ketersediaan stok dan harga bahan pangan secara menyeluruh, serta mengambil langkah pengendalian dan tindakan preventif terhadap potensi gejolak pasokan maupun harga.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam pemantauan harga dan penguatan kerja sama antar daerah, khususnya dengan wilayah yang mengalami defisit atau berpotensi mengalami lonjakan harga pangan.

“Saya minta OPD yang melaksanakan operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah segera bergerak dalam rangka menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional yang tinggal beberapa hari lagi, yakni Hari Raya Imlek dan memasuki Bulan Ramadan,” tegasnya.

Dengan langkah antisipatif dan kolaborasi yang solid, Pemerintah Kabupaten Sintang berharap stabilitas harga dan pasokan pangan tetap terjaga sehingga masyarakat dapat merayakan Imlek dan Ramadan dengan tenang dan nyaman. (Tim Liputan)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini