Festival Budaya Melayu Ke-IV Sekadau Resmi Ditutup, Wabup Subandrio: Nilai Melayu Harus Terus Dihidupkan

Editor: Redaksi author photo

Festival Budaya Melayu Ke-IV Sekadau Resmi Ditutup, Wabup Subandrio: Nilai Melayu Harus Terus Dihidupkan
KALBARNEWS.CO.ID (SEKADAU) – Festival Budaya Melayu (FBM) Ke-IV Kabupaten Sekadau yang diselenggarakan oleh Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Sekadau resmi ditutup pada Selasa malam, 3 Januari 2026. Penutupan berlangsung khidmat di Rumah Melayu Sekadau dan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Sekadau, Subandrio, S.H., M.H., bersama perwakilan Forkopimda dengan pemukulan tar, alat musik tradisional Melayu.


Festival yang berlangsung selama tiga hari ini diisi dengan berbagai perlombaan bernuansa adat, permainan tradisional, serta pertunjukan seni dan budaya Melayu. Kegiatan tersebut menjadi ajang pelestarian sekaligus penguatan identitas budaya Melayu di Kabupaten Sekadau.


Dalam sambutannya, Wakil Bupati Subandrio menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terselenggaranya Festival Budaya Melayu Ke-IV Tahun 2025 yang pelaksanaannya berlangsung pada tahun 2026.


“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Sekadau, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia, pihak keamanan, TNI, Polri, masyarakat Melayu, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan ini,” ujar Subandrio.


Ia menegaskan, selama festival berlangsung telah ditampilkan beragam seni budaya Melayu yang membuktikan bahwa semangat takkan Melayu hilang ditelan zaman bukan sekadar slogan, melainkan benar-benar hidup dan tumbuh di tengah masyarakat Sekadau.


Terkait hasil perlombaan, Wabup berpesan agar para peserta yang meraih prestasi dapat menjadikannya sebagai motivasi, sementara yang belum berhasil diminta untuk tidak berkecil hati.


“Prestasi adalah hasil usaha. Bagi yang belum meraih juara, jangan berputus asa. Terus berlatih dan berkarya,” pesannya.


Lebih lanjut, Subandrio menekankan pentingnya nilai-nilai luhur Melayu seperti kesantunan, kesopanan, dan gotong royong untuk terus dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat, tidak hanya di kalangan masyarakat Melayu, tetapi juga di seluruh wilayah Kabupaten Sekadau.


Sementara itu, Ketua DPD MABM Sekadau, H. Syafei Yanto, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa Festival Budaya Melayu Ke-IV diikuti oleh peserta dari berbagai kecamatan serta sanggar seni, dengan dominasi anak-anak muda.


“Ini menunjukkan bahwa warisan budaya Melayu masih terjaga dan diminati generasi muda. Kemenangan dalam perlombaan hanyalah bonus, yang terpenting adalah terjaganya situasi kondusif dan keberlangsungan kegiatan,” ungkap Syafei Yanto.


Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sekadau atas dukungan moril dan materil, serta kepada seluruh panitia yang telah bekerja maksimal demi terselenggaranya festival dengan baik.


“Kami menyadari dalam pelaksanaan masih terdapat kekurangan. Untuk itu kami mohon maaf atas ketidaksempurnaan kegiatan ini dan akan menjadi catatan MABM untuk perbaikan ke depan,” tutupnya. (Al)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini