KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Bupati Sujiwo mengungkapkan bahwa pelaksanaan pawai obor menyambut Ramadan tahun ini berlangsung secara spontan. Namun di balik kesederhanaannya, kegiatan tersebut sarat makna dan akan dijadikan agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.(16/2/2026).
Dadakan Tapi Penuh Makna, Bupati Sujiwo Siap Jadikan Pawai Obor Agenda Tahunan
Bupati Sujiwo menyampaikan rasa syukur atas antusiasme masyarakat, khususnya para santri pondok pesantren.
“Ini memang dadakan. Subuh-subuh saya telepon Habib, kira-kira bisa tidak kita buat pawai obor menyambut Ramadan. Alhamdulillah bisa terlaksana. Tahun depan kita jadikan kalender tahunan, kita anggarkan melalui APBD agar lebih terencana dan lebih meriah,” ujarnya.
Ia juga mengutip sebuah hadis yang maknanya menyebutkan bahwa siapa yang bergembira menyambut datangnya bulan Ramadan, maka Allah akan mengharamkan api neraka baginya. Sujiwo berharap seluruh masyarakat Kubu Raya termasuk dalam golongan tersebut.
Bupati turut menyampaikan apresiasi kepada para santri yang hadir dengan disiplin tinggi. Meski diumumkan menjelang sore, sebagian besar peserta telah hadir tepat waktu.
“Disiplinnya luar biasa. Ini bukti kecintaan kita kepada pondok pesantren,” katanya.
Tak hanya soal kegiatan seremonial, Sujiwo juga menaruh perhatian pada fasilitas pondok pesantren. Ia menegaskan komitmennya bersama jajaran pemerintah daerah untuk melanjutkan program pavingisasi halaman pondok pesantren agar kegiatan keagamaan seperti pengajian dan sholawatan semakin nyaman.
“Kalau pondok punya halaman yang sudah dipaving dan penerangan yang baik, maka kegiatan akan lebih nyaman dan khusyuk. Tahun kemarin sudah kita mulai, dan akan terus kita lanjutkan,” tegasnya.
Menurut Sujiwo, menyambut Ramadan bukan sekadar tradisi, tetapi momentum memperkuat keimanan, persaudaraan, dan perhatian pemerintah terhadap lembaga pendidikan keagamaan di Kubu Raya. (Tim Liputan)
Editor : Aan