KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus menggelar operasi pasar LPG 3 kilogram dan bahan pokok penting (bapokting) menjelang Idul Fitri. Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan langkah ini dilakukan untuk menekan lonjakan harga serta memastikan masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. (245/2/2026).
Bupati Sujiwo Targetkan 50 Ribu Tabung LPG dalam Operasi Pasar, Tegas Tertibkan Pangkalan Nakal
Sujiwo mengungkapkan, sebelum Ramadan pihaknya telah menyalurkan 10.440 tabung LPG melalui operasi pasar. Jumlah tersebut kemudian ditambah selama Ramadan dan akan terus dilanjutkan setelah Idul Fitri.
“Target kita sampai 50 ribu tabung. Kita juga terus berkomunikasi dengan Pertamina agar kuota bisa diimbangi sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, harga eceran tertinggi (HET) LPG di wilayah radius 60 kilometer dari SPBE, termasuk Parit Baru, seharusnya Rp18.500 per tabung. Namun, masih ditemukan pangkalan yang menjual di atas harga tersebut.
“Ini yang kita sebut pangkalan nakal. Padahal dengan harga Rp18.500 saja mereka sudah mendapat keuntungan sekitar Rp3.000 per tabung. Kalau sehari 100 tabung, itu sudah Rp300 ribu,” tegasnya.
Menurut Sujiwo, lonjakan harga di tingkat pengecer kerap membuat masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, menjerit. Ia mencontohkan, harga yang melonjak hingga Rp27 ribu sampai Rp35 ribu per tabung menjadi keluhan utama warga.
Selain LPG, Pemkab Kubu Raya juga menggelar operasi pasar sembako dengan paket berisi beras 5 kilogram, gula 1 kilogram, dan minyak goreng dengan harga Rp95 ribu per paket. Bahkan, bagi warga yang hadir langsung dalam kegiatan tertentu, diberikan subsidi tambahan sehingga cukup membayar Rp75 ribu.
“Tujuan kita jelas, pemerintah harus hadir saat Ramadan, menjelang Idul Fitri, Natal, Imlek, dan hari besar keagamaan lainnya. Saat permintaan tinggi dan stok terbatas, harga pasti naik. Maka kita imbangi dengan operasi pasar,” jelasnya.
Ia berharap langkah tersebut dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran.
“Mudah-mudahan kehadiran pemerintah ini benar-benar bisa meringankan beban masyarakat,” pungkasnya. (Tim Liputan)
Editor : Aan