KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Bupati KubuRaya Sujiwo menegaskan komitmennya menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Kubu Raya. (16/2/2026).
Bupati Sujiwo: Perbedaan Adalah Anugerah, Toleransi Harga Mati Demi Kubu Raya Harmonis
Dalam wawancara terbarunya, Sujiwo menyampaikan bahwa sebagai kepala daerah, dirinya wajib menjadi “orang tua” bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan suku, agama, maupun latar belakang.
“Semua ada. Islam, Kristen, Katolik, dan agama lainnya. Kubu Raya berdiri dari bermacam-macam perbedaan. Dan perbedaan itu adalah anugerah, bukan untuk diperdebatkan,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara sudah jelas, yakni berlandaskan Pancasila, semangat Bhinneka Tunggal Ika, Undang-Undang Dasar 1945, serta dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurutnya, konsep inilah yang membuat Indonesia tetap aman dan harmonis hingga hari ini.
“Harmoni ini sudah lama kita wujudkan. Tidak boleh dirusak. Tidak boleh dipecah-pecah. Ini harus kita jaga bersama seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Sujiwo juga menegaskan pentingnya toleransi antarumat beragama. Ia mencontohkan, saat Ramadan dirinya turut bersama masyarakat Muslim, dan ketika perayaan Natal, ia juga hadir dan bersukacita bersama umat Kristiani dan Katolik. Sikap serupa akan ia tunjukkan pada perayaan keagamaan lainnya.
“Sebagai bupati, saya harus hadir dan turut berbahagia. Kita berdiri tegak lurus untuk semua. Karena kita ini orang tua bagi seluruh masyarakat Kubu Raya,” katanya.
Ia berharap semangat saling menghargai dan menghormati perbedaan terus dijaga agar Kubu Raya tetap menjadi daerah yang damai, rukun, dan menjadi contoh toleransi di Kalimantan Barat.
“Kalau toleransi kita jaga, persatuan kita kuat, maka Kubu Raya akan terus aman dan maju,” tutupnya. (Tim Liputan)
Editor : Aan