KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak merilis prakiraan pasang surut air laut untuk wilayah Kota Pontianak dan Kendawangan pada periode 6 hingga 12 Februari 2026. Dalam periode tersebut, sejumlah waktu pasang tinggi diprediksi terjadi dan perlu diantisipasi oleh masyarakat pesisir serta pengguna transportasi sungai dan laut. BMKG Peringatkan Pasang Tinggi di Pontianak dan Kendawangan, Warga Pesisir Diminta Waspada
Berdasarkan data BMKG, pasang tertinggi di Kota Pontianak diprakirakan mencapai 1,6 meter, yang terjadi pada Kamis, 6 Februari 2026, sekitar pukul 07.00 hingga 09.00 WIB. Kondisi ini merupakan pasang tertinggi selama periode prakiraan tersebut.
Sementara itu, untuk wilayah Kendawangan, pasang tertinggi diperkirakan mencapai 1,4 meter, yang akan terjadi pada Selasa, 11 Februari 2026, pada pukul 05.00 hingga 06.00 WIB.
BMKG menjelaskan bahwa fluktuasi pasang surut ini dipengaruhi oleh faktor astronomis dan dinamika laut. Meski belum mencapai pasang maksimum tahunan, kondisi ini tetap berpotensi menimbulkan dampak, terutama di kawasan dataran rendah, bantaran sungai, pelabuhan, serta permukiman pesisir.
“Pasang maksimum untuk tahun 2026 di wilayah Pontianak diprakirakan dapat mencapai sekitar 2,0 meter dari MLLW (Mean Lower Low Water), sedangkan di Kendawangan sekitar 1,9 meter. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada,” tulis BMKG dalam keterangannya.
BMKG mengimbau warga yang bermukim di daerah pesisir, nelayan, serta operator transportasi sungai dan laut untuk memperhatikan jadwal pasang surut guna mengantisipasi potensi genangan, gangguan aktivitas bongkar muat, serta risiko keselamatan pelayaran.
Selain itu, pemerintah daerah dan instansi terkait juga diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya pada jam-jam pasang tertinggi, guna meminimalkan dampak terhadap aktivitas masyarakat.
BMKG mengingatkan masyarakat agar selalu memantau informasi resmi dan pembaruan prakiraan pasang surut melalui kanal BMKG sebagai langkah antisipasi dini terhadap potensi dampak hidrometeorologi di wilayah pesisir Kalimantan Barat. (tim Liputan)
Editor : Aan