KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Stasiun Klimatologi Kalimantan Barat merilis laporan kualitas udara harian berbasis Particulate Matter 2.5 (PM2.5) untuk wilayah Kalimantan Barat pada 17 Februari 2026. BMKG: Kualitas Udara Kalbar Umumnya Baik, Kubu Raya Sempat Capai Level Berbahaya
Berdasarkan analisis yang dilakukan pada periode pukul 00.00–23.00 WIB (rilis 18 Februari 2026), secara umum kualitas udara di Kalimantan Barat berada pada kategori baik. Namun demikian, sempat terjadi lonjakan konsentrasi PM2.5 di sejumlah wilayah pada jam-jam tertentu.
Tiga stasiun pemantauan yang dianalisis meliputi Mempawah, Kubu Raya, dan Sintang.
Lonjakan tertinggi tercatat di Kubu Raya dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 436,4 µg/m³ pada pukul 00.00 WIB, masuk kategori berbahaya. Sementara itu, Mempawah mencatat angka tertinggi 231,8 µg/m³ pada pukul 03.00 WIB dengan kategori sangat tidak sehat.
Berbeda dengan dua wilayah tersebut, Sintang menunjukkan kondisi relatif lebih baik. Konsentrasi tertinggi di Sintang tercatat 21,4 µg/m³ pada pukul 10.00 WIB dan masih berada dalam kategori baik.
Grafik pemantauan menunjukkan bahwa lonjakan signifikan terjadi pada dini hari hingga menjelang subuh, khususnya di Kubu Raya dan Mempawah. Setelah memasuki siang hari, konsentrasi partikel menurun drastis dan cenderung stabil di level rendah hingga malam hari.
BMKG mengingatkan bahwa partikel halus PM2.5 berpotensi berdampak pada kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan. Masyarakat diimbau untuk tetap memantau informasi resmi kualitas udara serta membatasi aktivitas luar ruangan saat terjadi lonjakan konsentrasi partikel.
Dengan kondisi yang fluktuatif tersebut, kewaspadaan dan pemantauan rutin menjadi kunci dalam menjaga kesehatan masyarakat di tengah dinamika kualitas udara harian. (tim Liputan)
Editor : Aan