BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca 3 Hari di Kalbar, Kapuas Hulu Masuk Kategori Awas
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio mengeluarkan Peringatan Dini Cuaca Tiga Harian untuk wilayah Provinsi Kalimantan Barat, berlaku mulai Jumat, 20 Februari hingga Minggu, 22 Februari 2026.BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca 3 Hari di Kalbar, Kapuas Hulu Masuk Kategori Awas
Dalam rilis yang diperbarui pada Jumat, 20 Februari 2026 pukul 08.00 WIB tersebut, sejumlah kabupaten/kota di Kalbar berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat.
Jumat, 20 Februari 2026
Sebagian besar wilayah seperti Bengkayang, Ketapang, Kota Singkawang, Kubu Raya, Landak, Mempawah, Sambas, Sanggau, dan Sekadau masuk kategori Waspada (hujan sedang–lebat).
Sementara itu, Melawi dan Sintang berada pada status Siaga (hujan lebat–sangat lebat).
Adapun Kapuas Hulu ditetapkan pada kategori Awas, dengan potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem.
Sabtu, 21 Februari 2026
Wilayah Bengkayang, Ketapang, Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kubu Raya, Landak, Melawi, Mempawah, Sambas, Sanggau, dan Sintang masuk kategori Waspada.
Minggu, 22 Februari 2026
Kapuas Hulu, Kayong Utara, Ketapang, Kota Pontianak, Kubu Raya, Landak, Mempawah, Sanggau, dan Sekadau berada pada kategori Waspada.
Sedangkan Melawi dan Sintang kembali masuk status Siaga.
BMKG menjelaskan bahwa kategori:
-
Waspada: Hujan sedang hingga lebat
-
Siaga: Hujan lebat hingga sangat lebat
-
Awas: Hujan sangat lebat hingga ekstrem
Meski demikian, untuk potensi angin kencang selama periode tiga hari tersebut dinyatakan nihil.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah dengan status Siaga dan Awas, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, genangan, tanah longsor, serta pohon tumbang. Warga juga diminta terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.
Dengan tingginya potensi curah hujan dalam beberapa hari ke depan, kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi di Kalimantan Barat. (Tim Liputan)
Editor : Aan