Wali Kota Pontianak Gandeng FEB Untan Analisis Potensi Parkir Tepi Jalan

Editor: Redaksi author photo

 Wali Kota Pontianak Gandeng FEB Untan Analisis Potensi Parkir Tepi Jalan
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) - Wali Kota Pontianak menggelar pertemuan bersama tim peneliti dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tanjungpura (Untan) untuk membahas analisis potensi parkir tepi jalan umum. Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Kerja Wali Kota Pontianak, Senin (19/1/2026).


Kajian ini bertujuan untuk memetakan potensi riil parkir di berbagai titik di Kota Pontianak sebagai dasar pengambilan kebijakan yang lebih objektif dan berkeadilan. 


Tenaga Ahli FEB Untan, Juanda Astarani, menjelaskan bahwa timnya berperan membantu Pemerintah Kota Pontianak dalam memetakan potensi tersebut melalui survei lapangan yang komprehensif.


“Pada dasarnya kami bekerja sama dengan pemerintah kota untuk membantu memetakan potensi parkir. Berapa sebenarnya potensi di setiap titik parkir, itu kami ukur melalui kajian survei,” ujarnya.


Juanda menjelaskan, tim peneliti turun langsung ke lokasi parkir untuk mengamati jumlah kendaraan, durasi parkir, serta tingkat perputaran kendaraan atau turnover. Salah satu metode yang digunakan adalah dengan mengamati aktivitas parkir dalam rentang waktu tertentu.


“Misalnya dari jam 8 sampai jam 11, kami lihat ada lima kendaraan yang parkir di satu titik. Kemudian kami amati perputarannya, ternyata kendaraan tersebut bisa berganti hingga dua kali. Dari situ kami bisa menghitung potensi parkirnya,” jelasnya.


Ia menambahkan, posisi FEB Untan sebagai pihak independen menjadi penting agar hasil kajian benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan. Menurutnya, jika survei dilakukan langsung oleh pemerintah, bisa saja muncul anggapan bahwa potensi dinilai terlalu besar.


“Sebagai pihak independen, kami melihat kondisi yang benar-benar terjadi di lapangan. Kami mencoba memotret fakta sebenarnya,” katanya.


Hasil survei tersebut juga memberikan pemahaman baru, baik bagi tim peneliti maupun Pemerintah Kota Pontianak. Selama ini, beberapa titik parkir dinilai ramai, namun setelah dianalisis ternyata tingkat perputaran kendaraannya rendah.


“Kelihatannya ramai, tapi ternyata kendaraan yang parkir itu bertahan lama. Misalnya selama empat jam, jumlahnya tetap sekitar 20 kendaraan. Jadi turnover-nya tidak sebesar yang dibayangkan,” ungkap Juanda.


Dalam konteks ini, FEB Untan berperan sebagai penyeimbang antara Pemerintah Kota dan para pengelola atau juru parkir, agar potensi yang ditetapkan berada pada nilai yang wajar.


“Kami mencoba menyajikan nilai wajar, kira-kira berapa potensi parkir di setiap titik,” tambahnya.


Juanda menyebutkan, Pemerintah Kota Pontianak merespons hasil kajian ini dengan baik dan terbuka. Bahkan, muncul pemahaman baru bahwa tidak semua lokasi yang tampak ramai memiliki potensi pendapatan parkir yang besar. (Tim Liputan)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini