KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Kalimantan Barat yang berlaku mulai Minggu, 21 Desember 2025 pukul 07.00 WIB hingga Senin, 22 Desember 2025 pukul 07.00 WIB. Secara umum, kondisi cuaca di Kalbar didominasi hujan ringan, dengan potensi hujan petir di sejumlah daerah.Waspada Potensi Hujan Petir di Sejumlah Wilayah
Untuk Kota Pontianak, BMKG memprakirakan hujan ringan terjadi sejak pagi hingga siang hari, yakni pukul 07.00 hingga 13.00 WIB. Memasuki sore hari sekitar pukul 16.00 WIB, cuaca diprediksi berawan tebal, kemudian kembali turun hujan ringan pada malam hari pukul 19.00 hingga 22.00 WIB. Sementara pada dini hari, kondisi cuaca diperkirakan berawan.
Suhu udara di Pontianak berkisar antara 23 hingga 32 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan cukup tinggi, yakni 78 hingga 100 persen. Kecepatan angin diprakirakan mencapai 18 kilometer per jam.
BMKG juga mengingatkan adanya potensi hujan petir di sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Barat pada waktu-waktu tertentu.
Wilayah yang berpotensi mengalami hujan petir antara lain Sambas pada sore hari pukul 16.00 WIB, Mempawah dan Kubu Raya pada siang hingga sore hari, serta Sanggau, Ketapang, Bengkayang, Landak, dan Kayong Utara yang diprediksi mengalami hujan petir pada pukul 13.00 dan 16.00 WIB.
Selain itu, potensi hujan petir juga diperkirakan terjadi di Sintang, Sekadau, dan Kota Singkawang pada sore hari, serta Kapuas Hulu pada malam hingga larut malam sekitar pukul 19.00 dan 22.00 WIB.
Secara umum, suhu udara di wilayah Kalimantan Barat berada pada kisaran 19 hingga 34 derajat Celsius, dengan suhu terendah diprediksi terjadi di Kabupaten Kapuas Hulu.
Tingkat kelembapan udara di seluruh wilayah Kalbar berada pada rentang 62 hingga 100 persen. Sementara itu, kecepatan angin tertinggi diperkirakan terjadi di wilayah Ketapang yang dapat mencapai 34 kilometer per jam.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya hujan petir dan angin kencang, serta terus memantau pembaruan informasi cuaca resmi dari BMKG guna mengantisipasi dampak yang dapat ditimbulkan. (Tim Liputan)
Editor : Aan