
Ketua KDMP Serdam: UMKM Lolos Seleksi, Tidak Pernah Diberitahu Ada Penolakan Lokasi
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Ketua Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) Serdam, Doni Tri Setiawan, meluruskan polemik yang mencuat terkait kegiatan UMKM di kawasan Serdam. Ia menegaskan, seluruh persiapan dilakukan melalui proses panjang dan selektif, serta tidak pernah ada pemberitahuan penolakan lokasi sejak awal. (24/12/2025)
Doni menjelaskan, dari total 61 UMKM yang mendaftar, hanya 17 pelaku usaha yang dinyatakan lolos seleksi. Proses seleksi dilakukan melalui klarifikasi ketat, terutama terkait kelayakan usaha kuliner dan standar keamanan pangan (food safety), sesuai arahan Bupati Kubu Raya dan dinas terkait.
“Ini bukan persiapan dadakan. Ada 17 UMKM yang terjaring dari 61 pendaftar, dan semuanya sudah melalui klarifikasi bahwa benar-benar layak, khususnya di bidang food,” jelas Dini.
Setelah proses seleksi, lanjutnya, lokasi kegiatan telah ditentukan dengan jelas, termasuk penempatan tenda dan sarana pendukung lainnya. Kepada para pelaku UMKM, pihak KDMP telah menyampaikan bahwa pembukaan akan dimulai pada 20 Desember dan kegiatan akan berjalan berkelanjutan setelah itu.
“Pada malam pembukaan tanggal 20, semuanya berjalan lancar dan tidak ada masalah,” ujarnya.
Namun, keesokan harinya, KDMP mendapat informasi mendadak bahwa UMKM dilarang untuk masuk ke lokasi. Informasi tersebut diterima pada siang hari, saat sebagian besar pelaku UMKM telah menyiapkan dagangan dan makanan sudah matang.
“Kami kaget dan bingung. UMKM sudah masak, dagangan sudah siap. Kalau dari awal sudah ada penolakan, pasti kami hentikan. Kami tidak pernah berniat memaksakan,” tegasnya.
Ia menegaskan, KDMP Serdam tidak pernah menerima pemberitahuan resmi terkait penolakan lokasi sejak awal. Jika larangan tersebut disampaikan lebih awal, pihaknya memastikan akan patuh dan menghentikan seluruh aktivitas persiapan.
“Kalau sejak malam tanggal 20 disampaikan tidak boleh, kami pasti stop. Tidak ada paksaan. Kami ikut aturan dan arahan pemerintah,” tutup Doni. (Tim Liputan)
Editor : Aan