![]() |
| Bupati Sujiwo Serahkan Bonus untuk Kontingen Juara Umum Festival Tunas Bahasa Ibu: Tegaskan Pentingnya Lestarikan Budaya dan Bahasa Daerah |
Bupati Sujiwo menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi tinggi kepada para peserta dan pembina yang telah mengharumkan nama daerah. Ia menegaskan, kemenangan ini bukan hanya soal prestasi, tetapi juga tentang upaya nyata menjaga dan melestarikan budaya lokal yang menjadi identitas bangsa.
“Alhamdulillah, hari ini saya berkesempatan menyerahkan sedikit bonus kepada anak-anak hebat yang telah mewakili Kabupaten Kubu Raya dan berhasil menjadi juara umum. Festival ini bukan sekadar lomba, tapi bagian dari cara kita menumbuhkan kecintaan terhadap budaya dan bahasa ibu,” ujar Sujiwo.
Bupati Sujiwo menekankan bahwa kegiatan seperti FTBI sangat penting untuk menumbuhkan karakter dan jati diri anak-anak agar tetap mencintai budaya bangsa sendiri di tengah derasnya arus globalisasi. Menurutnya, tanpa upaya pelestarian seperti ini, bahasa dan budaya daerah bisa perlahan tergeser oleh budaya asing.
“Sekarang banyak anak muda yang lebih mengenal budaya asing — entah itu boyband Korea, drama Korea, atau gaya hidup dari negara lain. Karena itu, kegiatan seperti FTBI ini menjadi benteng agar anak-anak kita tidak kehilangan jati diri,” jelasnya.
Bupati Sujiwo juga menegaskan bahwa melestarikan bahasa ibu bukan berarti menomorduakan bahasa Indonesia, melainkan menjadikan keduanya sebagai kekuatan budaya nasional.
“Bahasa Indonesia tetap nomor satu, tapi bukan berarti kita menghapus bahasa ibu. Bahasa ibu adalah bahasa pertama yang diajarkan oleh orang tua kita. Itu bagian dari akar budaya kita sendiri,” katanya.
Lebih lanjut, Bupati mengaitkan pentingnya budaya dengan ajaran Trisakti Bung Karno, yang menempatkan budaya sebagai salah satu pilar utama pembangunan bangsa: berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
“Bung Karno saja menempatkan budaya dalam Trisakti. Itu artinya, budaya adalah fondasi kepribadian bangsa. Kalau budaya kita hilang, maka hilang pula identitas kita,” tegasnya.
Festival Tunas Bahasa Ibu sendiri menampilkan berbagai cabang lomba seperti pidato, menulis, mendongeng, teater rakyat, dan komedi tradisional semuanya bertujuan untuk mengangkat nilai-nilai budaya daerah.
Bupati Sujiwo berharap, kegiatan seperti FTBI dapat terus berlanjut dan menjadi ajang pembinaan berkelanjutan bagi generasi muda di Kubu Raya agar tetap mencintai dan melestarikan bahasa serta budaya leluhur.
“Saya berpesan agar kegiatan seperti ini terus dilakukan dan ditanamkan kepada anak-anak sejak dini. Karena lewat bahasa dan budaya, kita bisa membentuk karakter yang kuat dan berkepribadian bangsa,” tutupnya. (Tim Liputan)
Editor : Aan
