Bupati Sujiwo: Awal Januari Wajah Kubu Raya Harus Berubah Dorong Penataan, Digitalisasi UMKM, dan Kolaborasi Dalam Segala Hal

Editor: Redaksi author photo

Bupati Sujiwo: Awal Januari Wajah Kubu Raya Harus Berubah  Dorong Penataan, Digitalisasi UMKM, dan Kolaborasi Dalam Segala Hal
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA)  – Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah untuk mempercepat penataan wilayah, memperindah ruang publik, dan memberdayakan pelaku UMKM melalui kolaborasi lintas sektor. Hal itu disampaikan dalam sambutannya saat Launching Gerai UMKM di Kawasan Tugu Alianyang, Kecamatan Sungai Ambawang, Sabtu malam (8/11/2025).


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sujiwo memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terutama Dinas Perdagangan, Dinas PUPR, dan Kecamatan Sungai Ambawang, yang telah berperan aktif mempersiapkan kegiatan peluncuran gerai UMKM di kawasan strategis tersebut.


“Terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang sudah berperan. Launching ini penting agar masyarakat tahu bahwa sekarang ada gerai UMKM di Tugu Alianyang. Antusias masyarakat sangat tinggi, dan ini akan kita tata dengan baik agar bisa menampung para pelaku UMKM secara tertib,” ujar Sujiwo.


Bupati Sujiwo menyampaikan bahwa dalam waktu dekat, pihaknya akan mengundang Balai Jalan Nasional untuk membuka peta aset di sekitar kawasan Tugu Alianyang. Langkah ini penting agar penataan area UMKM dapat dilakukan sesuai dengan batas kepemilikan aset negara dan menghindari kesalahan teknis di lapangan.


“Dalam minggu depan kita akan undang Balai Jalan Nasional untuk membuka peta areanya. Kalau memang itu aset jalan nasional, kita tata secara perlahan agar bisa menampung masyarakat yang ingin berjualan,” jelasnya.


Ia juga menyoroti pentingnya pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi agar keberadaan gerai UMKM tidak menimbulkan kemacetan. Untuk itu, Sujiwo telah meminta dukungan dari Polres Kubu Raya, Kapolsek Sungai Ambawang, dan Dinas Perhubungan untuk mengatur arus kendaraan di sekitar kawasan.


“Gerai UMKM ini ruang publik, tapi jangan sampai mengganggu kepentingan umum. Jadi perlu sinergi antara Dishub, kepolisian, dan masyarakat agar semua berjalan tertib,” tegasnya.


Bupati Sujiwo juga menyampaikan bahwa setelah penertiban bangunan liar, kawasan sekitar Jalan Mayor Alianyang akan dilengkapi dengan penerangan jalan, lampu hias, dan penghijauan. Sejumlah pihak swasta bahkan telah menyatakan kesediaan membantu penyediaan tanaman hias dan pohon untuk mempercantik area tersebut.


“Setelah diratakan, penerangan jalannya harus diperbaiki. Kita akan pasang lampu hias dan menanam pohon bersama masyarakat. Kita juga sudah berkoordinasi dengan pihak ketiga untuk menyediakan tanamannya,” katanya.


Ia juga mengapresiasi bantuan dari komunitas dan pihak swasta yang ikut mendukung pengembangan kawasan, termasuk pemasangan 10 titik CCTV dan rencana pemberdayaan pos polisi di kawasan Tugu Alianyang.


Menurut Bupati Sujiwo, langkah-langkah ini menjadi bagian dari target besar Pemerintah Kabupaten Kubu Raya untuk menghadirkan wajah kota yang lebih tertata dan nyaman. 


“Kita bergerak cepat. Target kita di awal Januari wajah Kubu Raya harus benar-benar berubah,” ucapnya optimistis.


Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sujiwo juga memperkenalkan program digitalisasi transaksi bagi pelaku UMKM melalui sistem QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Bank Indonesia, Bank Kalbar, dan perbankan lainnya.


“Kita sudah mulai gunakan QRIS. Jadi belanja tidak perlu uang tunai. Simpel, cepat, dan efektif. Ini bagian dari transformasi ekonomi digital yang sedang kita dorong di semua ruang publik,” jelasnya.


Bupati menyebut, penerapan sistem pembayaran digital ini bukan hanya untuk kemudahan transaksi, tetapi juga sebagai upaya mendukung inklusi keuangan dan transparansi ekonomi di tingkat daerah.


Bupati Sujiwo menekankan bahwa keberhasilan penataan kawasan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, tetapi memerlukan sinergi seluruh unsur  pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.


“Untuk mewujudkan daerah yang nyaman dan tertata, perlu perjuangan dan kerja sama semua pihak. Terima kasih kepada OPD, camat, pelaku usaha, dan masyarakat yang sudah bergandengan tangan. Mari kita rawat dan jaga bersama Tugu Alianyang sebagai ruang publik kebanggaan Kubu Raya,” tutup Bupati Sujiwo.


Dengan berbagai langkah konkret itu, kawasan Tugu Alianyang kini mulai bertransformasi menjadi ikon baru Kubu Raya  ruang publik yang tidak hanya indah dan tertib, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi rakyat berbasis UMKM dan digitalisasi keuangan modern. (cc)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini