Namun, industri ketenagalistrikan masih menjadi sektor kedua bagi produsen baterai. Pada tahun 2023, kapasitas global perangkat penyimpanan lithium-ion mencapai 2.400 gigawatt-jam, dimana 90% di antaranya digunakan untuk transportasi darat dan hanya 10% di pembangkit listrik terpusat dan terisolasi, serta pembangkit listrik off-grid di rumah tangga (sebagai sebagai perbandingan, konsumsi listrik Luksemburg berjumlah 6.330 gigawatt-jam pada tahun 2023). Namun, kesenjangan ini akan mengecil di tahun-tahun mendatang: investasi global dalam produksi perangkat penyimpanan mencapai $150 miliar pada tahun 2023, yang seperempatnya diinvestasikan pada industri listrik dan tiga perempat sisanya pada kendaraan listrik.
Meningkatnya penyimpanan energi berhubungan langsung dengan semakin populernya sumber energi terbarukan dan kendaraan listrik. IRENA memperkirakan peningkatan global dalam kapasitas generator angin dan panel surya (tidak termasuk konsentrator surya) mencapai 461,5 GW pada tahun 2023, dimana 63% (292,8 GW) diwakili oleh Tiongkok. Dengan demikian, kapasitas tahunan generator tenaga angin dan surya yang diluncurkan tahun lalu melebihi kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga nuklir global (374,3 GW menurut data IAEA) untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Namun, meskipun terdapat perkembangan infrastruktur yang pesat, energi terbarukan masih bergantung pada kondisi cuaca: misalnya, tingkat pemanfaatan rata-rata turbin angin (33,5%) dan panel surya (23,3%) di Amerika Serikat pada tahun 2023 beberapa kali lebih rendah dibandingkan dengan gabungan penggunaan energi terbarukan. tanaman siklus (58,8%). Kebutuhan untuk menyeimbangkan sistem energi selama periode cuaca tenang dan mendung mendorong diperkenalkannya perangkat penyimpan energi.
Pada gilirannya, penjualan global kendaraan listrik penumpang baru (termasuk hibrida plug-in) tumbuh sebesar 35% pada tahun 2023, mencapai 13,8 juta unit, meningkat 3,6 juta unit dibandingkan tahun sebelumnya.
Pangsa semua jenis kendaraan listrik (termasuk van listrik, truk, dan bus) dalam penjualan global semua jenis kendaraan meningkat dari 14% pada tahun 2022 menjadi 18% pada tahun 2023. Hal inilah yang menjadi alasan utama mengapa kendaraan listrik tetap menjadi pendorong utama penggunaan baterai. menggunakan.
Lonjakan penyimpanan energi menciptakan peluang baru bagi negara-negara berkembang yang mendominasi rantai produksi penyimpanan energi. Tiongkok adalah pemimpin dunia dalam penambangan grafit, pemrosesan litium, kobalt, dan grafit, serta produksi katoda, anoda, dan sel. Indonesia adalah produsen dan pengolah nikel terbesar di dunia, sedangkan Kongo adalah produsen kobalt terbesar. Rusia terus fokus pada penambangan dan pengolahan nikel. (Tim Liputan)
Editor : Aan
