Yamsasni: Pemasangan Alkon Untuk Pekerja Migran Indonesia Harus Dicabut

Editor: Redaksi author photo
Bidan Senior, Yamsasni
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) - Bidan senior yang ikut serta dalam pelayanan pemasangan alat kontrasepsi pada Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Ladang Ladong dan Simunjan Sarawak Malaysia berharap program pemakaian Alat Kontrasepesi (Alkon) yang dilakukan sejak tiga tahun lalu sudah mesti dicabut kembali.  

Yamsasni mengatakan pemakaian Alat Kontrasepesi (Alkon)  yang terpasang tiga tahun lalu sudah mesti dicabut kembali. Jika tidak dicabut akan mempengaruhi keefektifan dari alkon tersebut.

"Pemakaian alkon jenis implant yang terpasang pada akseptor Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Ladang Ladong dan Simunjan sudah hampir tiga tahun. Tentunya ini harus dicabut kemudian jika akseptor ingin melanjutkan memakai implant sudah seharusnya dipasang lagi," ujar Yamsasni pada hari Minggu (8 Januari 2023).

Yamsasni menjelaskan, alkon jenis implant memiliki waktu jangka pakai tiga tahun. Sedangkan IUD atau spiral jangka waktunya delapan tahun.

Untuk kegiatan pemasangan alkon di Ladang Ladong dan Simunjan Sarawak Malaysia dulu, dilakukan di Februari 2020. Artinya jika dihitung, sudah hampir memasuki tiga tahun

Saat kegiatan dulu, paling banyak akseptor PMI memilih alkon jenis implant. Sisanya ada empat akseptor memasang alkon jenis IUD

Dari perkiraan Yamsasni, paling lambat pencabutan implant para PMI ini sudah harus dilakukan sebelum pertengahan bulan dua ini.

Jika dibiarkan khawatir keefektifan implant bakal hilang karena obatnya sudab habis. Dampaknya bisa terjadi kehamilan oleh pasangan itu.

Dari hasil pembicaraan ia dengan para PMI disana, untuk memasang alkon perlu ke faskes Sarawak Malaysia, dengan biaya yang sangat mahal. "Kasihan ibu-ibu disana," ucapnya.

Mudah-mudahan program pemasangan alkon pada PMI di Sarawak Malaysia bisa kembali dilakukan di tahun ini.(tim liputan**).

Editor : Heri

Share:
Komentar

Berita Terkini