KALBARNEWS.CO.ID
(BALI) - Organisasi sosial Scholars Of Sustenance (SOS) Indonesia yang fokus dalam mendukung ketahanan pangan
Indonesia dengan mendistribusikan pangan layak konsumsi dari KTT G20, kini
turut dalam penciptaan lapangan kerja baru.Minggu (13 November 2022).
Organisasi SOS Tangani Distribusi Pangan KTT G20-Ciptakan Pekerjaan
Di kawasan Sanur, Denpasar, Sabtu (12/11), pendiri
SOS Indonesia Bo H. Holmgreen meresmikan Bali Viking Sunset Studios (BVS) sebuah studio produksi film yang
nantinya menyerap kru, pemain, perlengkapan, hingga lokasi di Bali sehingga
membantu ekonomi masyarakat.
Studio produksi film yang akan dibangun megah di
Kabupaten Tabanan, Bali itu menyumbangkan Rp300 juta atau setara 500.000
makanan untuk digunakan Scholars dalam membantu masyarakat menghadapi
tantangan kenaikan harga, krisis pangan, dan perubahan iklim.
"Pembuatan studio dapat membantu komunitas
Bali dalam pariwisata, lapangan kerja dan industri perfilman. Terkait ketahanan
pangan, studio juga membuat film dokumenter yang memperlihatkan profil SOS
tentang upayanya menangani problem sampah makanan, lingkungan hidup dan
membantu ketahanan pangan di Bali dan Indonesia," kata Holmgreen.
Dalam peresmian bertajuk Party G20 at Viking
Sunset Studios, Holmgreen juga bercerita soal SOS yang selama ini membantu
distribusi pangan layak konsumsi dari rangkaian KTT G20 di Bali.
Organisasi sosial tersebut berhasil menyelamatkan
lebih dari 100 kilogram pangan layak konsumsi dan didistribusikan kepada korban
banjir yang sempat terjadi di Pulau Dewata belum lama ini.
"SOS terlibat dalam penyelamatan pangan layak
konsumsi dalam State Own Enterprise International Conference 17-18 Oktober
2022, acara tersebut adalah rangkaian acara pendukung G20 yang diselenggarakan
Kementerian BUMN," ujarnya.
Dari kegiatan tersebut, SOS kemudian menghubungi
hotel-hotel dan organisasi penyelenggara G20 untuk berkoordinasi soal
pendistribusian makanan sisa yang jumlahnya berkali-kali lipat dari sebelumnya
agar dapat diambil pihaknya dan didistribusikan kepada masyarakat yang
membutuhkan.
Melalui kegiatan itu, organisasi yang didirikan
Holmgreen berhasil mendapat respons positif dari masyarakat Bali seperti dari
panti sosial di Kabupaten Gianyar, Klungkung, Badung dan Kota Denpasar.
"Komunitas berpenghasilan rendah di TPA
Suwung, Komunitas di Desa Kerambitan Tabanan, Kertalangu dan masih banyak lagi
mengucapkan terima kasih dan apresiasinya. Demikian pula korban banjir
baru-baru ini di Desa Gubug Tabanan, Kampung Jawa dan Padangsambian Kaja
mengapresiasi bantuan SOS," kata Holmgreen.
Atas upayanya dalam mendukung ketahanan pangan
hingga menciptakan lapangan kerja baru, Holmgreen dipercaya untuk menjadi salah
satu pembicara dalam forum ketahanan pangan global untuk membicarakan tantangan
terkait suplai dan distribusi pangan.(Tim Liputan)
Editor
: Aan