-->

BREAKING NEWS

PRESIDEN JOKOWI LANTIK DAN AMBIL SUMPAH JABATAN KOMJEN POL LISTYO SIGIT PRABOWO SEBAGAI KAPOLRI YANG BARU, WARGA SUNGAI AMBAWANG RESAH DENGAN MARAKNYA BANGUNAN LIAR DI JALUR HIJAU JL TRANS SUIA AMBAWANG TEPATNYA DI SEPANJANG JALAN DESA DURIAN MENUJU JEMBATAN KAPUAS II, KARENA BANYAKNYA TRUK-TRUK BESAR MEMBUAT JALAN SEMPIT, KEPALA DESA RADAK DUA KEC TERENTANG, DARYANTO DIKABARKAN MENINGGAL DUNIA TADI MALAM , JUMAT (22/01/2021) DI RUMAH SAKIT UNTAN PONTIANAK,

Wan Iwansyah: Tekan Kematian Bumil dan Stunting Dengan Program Si Bunda

Redaksi author photo

KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya terus berupaya tekan kematian bumil dan stunting dengan Program Si Bunda yang telah dilaunching beberapa waktu lalu.

Program si bunda sendiri ialah sebuah aplikasi yang sederhana berbasis online yang berfungsi untuk menampung data-data kehamilan ibu yang ada di kabupaten kubu raya juga mengurangi angka kematian pada ibu hamil.

Hal itu disampaikan Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kubu Raya Wan Iwansyah disela-sela kegiatannya di Dinas Kesehatan Kab Kubu Raya, Jl Adi Sucipto sungai Raya.

Wan Iwansyah mengungkapkan jika ada 20 Puskesmas dan Pustu yang telah menerapkan program si bunda ini, dalam program Si Bunda ini ada tim yang di sebut sebagai Tim Penggerak Data Si Bunda.

"Tugas mereka (Tim Penggerak Si Bunda)  yaitu untuk menginput data-data ibu yang sedang hamil dan ibu yang sudah melahirkan, yang ada di Kabupaten Kubu Raya," jelasnya.

Kabid Kesehatan Masyarakat Kubu Raya ini juga menjelaskan bahwa dalam program Si Bunda tersebut Dinas Kesehatan bisa mengetahui kondisi ibu hamil dengan resiko yang tinggi dan juga dengan kondisi yang rendah.

"Untuk ibu hamil dengan resiko yang tinggi ini kita akan melakukan pemantauan yang intensif guna bisa menghindari kematian ibu dan bayi," tuturnya.

Kabid Kesehatan Masyarakat ini juga mengatakan adanya program si bunda yang tengah digencarkan Pemerintah Kabupaten Kuburaya, yakni upaya kepung bakul dalam rangka memerangi stunting yang masih menjadi pekerjaan Dinkes Kubu Raya serta penekanan angka kematian ibu hamil. (bian).

Editor : Heri K

Komentar Anda

Berita Terkini