-->

BREAKING NEWS

TERIMA KASIH TELAH MENGIKUTI INFORMASI DARI KAMI DI WWW.KALBARNEWS.CO.ID, MERASA DIRUGIKAN PT SULTAN RAFLI MANDIRI LAPORKAN OTAK KERUSUHAN AKSI UNJUK RASA BEBERAPA WAKTU YANG LALU DI KETAPANG, DUA ANGGOTA DPRD KAB KUBU RAYA DAN SATU TENAGA KONTRAK DI SEKRETARIAT DPRD KAB KUBU RAYA TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19, SEMENTARA AKTIFITAS DI SEKRETARIAT DITUTUP SELAMA 7 HARI, APARAT KEPOLISIAN TERUS USUT DAN KEJAR PELAKU PEMBUNUHAN IBU DAN ANAK DI PONTIANAK TIMUR KALIMANTAN BARAT,  

Ribuan Paket Sembako Kembali Disalurkan Polda Kalbar Untuk Bantu Masyarakat

Redaksi author photo
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) - Polda Kalimantan Barat melaksanakan Gerakan Bhakti Sosial dalam menyemarakkan HUT ke-75 Kemerdekaan RI Tahun 2020 yang bertujuan untuk membantu meringankan beban penderitaan warga masyarakat yang kurang mampu serta terdampak oleh Pandemi Covid-19. Bakti sosial ini dengan menyalurkan kembali bantuan sembako.

Bertempat di halaman Mapolda Kalbar, Kapolda Dr. R. Sigid Tri Hardjanto melepas langsung gerakan Bakti Sosial. Turut hadir Waka Polda Brigjen Pol Asep Safrudin beserta pejabat utama Polda Kalimantan Barat.

Karo SDM Polda Kalbar Kombes Pol Nuryanto melaporkan, pada gerakan Bakti Sosial kali ini sudah memasukin tahap ke 4 selama pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

“Kegiatan ”Gerakan Bakti Sosial Polri bersama Bhayangkari Peduli Covid-19 tahap ke-4 ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada hari ini Rabu tanggal 19 Agustus 2020” ucapnya

Adapun pendistribusian kali ini meliputi paket sembako sebanyak 3.542 paket, beras sebanyak 162.895 Kg, minyak goreng sebanyak 1.000 liter hingga masker dan  alat pelindung diri (APD).

“Pelaksanaan secara serentak dilaksanakan hingga di tingkat Polres. Dengan metode door to door system melibatkan para bhabinkamtibmas. Khusus penyaluran Polda Kalbar berfokus pada masyarakat kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya” tambahnya

Nuryanto menambahkan target pembagian sembako adalah warga masyarakat kurang mampu yang meliputi, Fakir Miskin, buruh atau karyawan korban PHK, yatim Piatu, panti Jompo, Panti asuhan, panti sosial, ojek online dan ojek pangkalan, kaum disabilitas, purnawirawan Polri TNI serta tenaga medis. (tim liputan).

Editor : Aan
Komentar Anda

Berita Terkini