-->

BREAKING NEWS

RUDI HARTONO PEMUDA ASAL KABUPATEN BERHASIL RAIH JUARA II PEMUDA PELOPOR TINGKAT NASIONAL MEMBAWA NAMA KABUPATEN KUBU RAYA DAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT, PERINGATI HARI SANTRI MWC NU KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG LAKUKAN RAPAT KERJA UNTUK MEMFOKUSKAN KINERJA PENGURUS RANTING YANG BARU SAJA DILANTIK, RAPAT KERJA MWCNU KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG INI DIHADIRI KETU PCNU KAB KUBU RAYA, KH ABDUSSALAM, M.Si, PASANG IKLAN ANDA DI SINI, HARGA DAN KWALITAS IKLAN TERJAMIN SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI EMAIL : REDAKSIKALBARNEWS@GMAIL.COM ATAU DI WHATSHAP : 085750113979 - 085245460919

Tjhai Chui Mie Angkat Bicara Tentang Rekaman Bagi-bagi Proyek Di Kota Singkawang

Redaksi author photo
Walikota Singkawang, Tjhai Chui Mie Angkat Bicara Soal rekaman bagi-bagi Proyek (*) 
KALBARNEWS.CO.ID (SINGKAWANG) - Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie angkat bicara mengenai narasi rekaman yang dicitrakan sebagai bagi-bagi proyek seperti yang beredar di media sosial.

Lantaran hal tersebut telah menjadi informasi yang salah seiring narasi yang dibuat pengunggah dan menimbulkan kegaduhan di media sosial.
“Padahal rapat tersebut membahas program pembangunan di Kota Singkawang dan perekamannya pun tidak dilakukan secara utuh,” kata Tjhai Chui Mie, Minggu (05/07/2020).
Dia sangat menyayangkan hal itu terjadi, karena sepertinya tidak ada etika bagi orang yang merekam pembicaraan tersebut.
Menurutnya, rekaman pembicaraan yang beredar itu adalah membahas mengenai program pembangunan.
“Jika yang direkam itu dari awal, tentu itu merupakan hal yang sangat bagus. Karena wajar masyarakat bisa mengetahuinya. Namun yang ditampilkan di media sosial adalah merupakan sebuah penggalan rekaman, sehingga diduga ada niat yang tidak baik bagi perekamnya,” ujarnya.
Menurutnya, rekaman suara yang beredar adalah merupakan rekaman yang terjadi pada 2018 sebelum Pemilu Legislatif.
“Mereka (Anggota Dewan) yang termasuk dalam Badan Anggaran rapat bersama saya waktu itu, karena tentu teman-teman di legislative ingin memperjuangkan semua aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat di masing-masing daerah pemilihannya (Dapil),” ungkapnya.
Sehingga, mereka datang agar dirinya bisa mengakomodir aspirasi yang disampaikan masyarakat.
“Saya selaku Wali Kota tentunya tidak bisa serta merta bisa langsung mengakomodir karena yang membahas RAPBD adalah TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) dan Badan Anggaran,” jelasnya.
Karena, di satu wilayah daerah pemilihan (Dapil), sudah pasti anggota dewannya tidak sendirian. Dan mungkin dari satu wilayah pemilihan (Dapil), ada pekerjaan yang sama. Seperti parit, jalan atau jembatan yang sama.
“Jadi, jika ada yang sama, sudah pasti akan kita coret,” tuturnya.
Mengenai rekaman suara yang beredar, tentu akan membuat masyarakat akan menjadi gelisah dan bertanya-tanya. Karena yang ditampilkan adalah merupakan sebuah penggalan rekaman saja.
“Bagi masyarakat yang tidak paham, mungkin bisa percaya kalau itu merupakan pembicaraan bagi-bagi proyek,” katanya.
Tetapi jika direkam dan ditampilkan secara penuh, dia yakin masyarakat akan mengerti apa yang sedang dibahas. (tim liputan).
Editor : Heri K

Komentar Anda

Berita Terkini