-->

BREAKING NEWS

RUDI HARTONO PEMUDA ASAL KABUPATEN BERHASIL RAIH JUARA II PEMUDA PELOPOR TINGKAT NASIONAL MEMBAWA NAMA KABUPATEN KUBU RAYA DAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT, PERINGATI HARI SANTRI MWC NU KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG LAKUKAN RAPAT KERJA UNTUK MEMFOKUSKAN KINERJA PENGURUS RANTING YANG BARU SAJA DILANTIK, RAPAT KERJA MWCNU KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG INI DIHADIRI KETU PCNU KAB KUBU RAYA, KH ABDUSSALAM, M.Si, PASANG IKLAN ANDA DI SINI, HARGA DAN KWALITAS IKLAN TERJAMIN SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI EMAIL : REDAKSIKALBARNEWS@GMAIL.COM ATAU DI WHATSHAP : 085750113979 - 085245460919

Asops Kasdam XII/Tpr Jadi Nara Sumber Webinar Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Redaksi author photo

KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) - Asisten Operasi Kasdam XII/Tanjungpura, Kolonel Inf Iwan Rosandriyanto, S.I.P menjadi narasumber dalam webinar tentang Optimalisasi Pendisiplinan guna Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 yang dilaksanakan oleh Kodam XII/Tpr di Ruang Rapat Puskodalopsdam XII/Tpr, Kamis (23/07/2020).

Asops Kasdam XII/Tpr dalam acara Webinar (Web Seminar) menyampaikan, bahwa saat ini kita sudah memasuki era atau masa adaptasi kebiasaan baru. Dimana masyarakat diharuskan mematuhi protokol kesehatan yang meliputi, makan bergizi, pakai masker, jaga jarak cuci tangan, olah raga, hati senang dan tidak panik.

Selanjutnya menyampaikan, dalam hal ini TNI-Polri beserta Pemda dan komponen lainnya telah melaksanakan operasi pendisiplinan pritokol kesehatan dalam rangka mewujudkan masyarakat produktif dan aman Covid-19.

"Sejauh ini Kodam XII/Tpr telah mengerahkan kekuatan 2.297 personel di wilayah Provinsi Kalbar untuk melaksanakan kegiatan di 760 titik meliputi pasar, mall, tempat ibadah serta fasilitas umum lainya," ujarnya.

Ada beberapa indikator untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan operasi ini. Disebutkannya, pertama masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan. Kedua masyarakat produktif dan aman Covid-19, ketiga tidak ada masyarakat yang terinfeksi Covid 19.

Kolonel Inf Iwan Rosandriyanto, S.I.P mengatakan masih ada beberapa faktor yang merubah mindset masyarakat sehingga tidak mematuhi protokol kesehatan. Seperti adanya bencana dan pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat. Untuk itu harus dilakukan langkah ekstraordinari dengan kondisi tersebut.

"Kita akan melaksanakan strategi yang sifatnya masif yaitu akan mengoptimalkan peran pentahelix dari unsur akademisi, pemda, media dan pengusaha untuk melaksanakan rapid test secara masif," ujarnya.

"Kemudian juga akan melaksanakan pengamanan dan pengawasan di beberapa fasilitas isolasi dan akan terus melakukan sosialisasi, edukasi dan himbauan melalui gerakan - gerakan kepada masyarakat," pungkasnya. (tim liputan).

Editor : Aan
Komentar Anda

Berita Terkini