-->

BREAKING NEWS

TERIMA KASIH TELAH MENGIKUTI INFORMASI DARI KAMI DI WWW.KALBARNEWS.CO.ID, MERASA DIRUGIKAN PT SULTAN RAFLI MANDIRI LAPORKAN OTAK KERUSUHAN AKSI UNJUK RASA BEBERAPA WAKTU YANG LALU DI KETAPANG, DUA ANGGOTA DPRD KAB KUBU RAYA DAN SATU TENAGA KONTRAK DI SEKRETARIAT DPRD KAB KUBU RAYA TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19, SEMENTARA AKTIFITAS DI SEKRETARIAT DITUTUP SELAMA 7 HARI, APARAT KEPOLISIAN TERUS USUT DAN KEJAR PELAKU PEMBUNUHAN IBU DAN ANAK DI PONTIANAK TIMUR KALIMANTAN BARAT,  

Polisi Selidiki Akun Medsos Penyebar Penembakan Di Pontianak Utara

Redaksi author photo
Kapolresta Pontianak, Kombes (Pol) Komarudin Tegaskan akan selidiki akun Medsos Penyebar Hoak

KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Kapolresta Pontianak Kota, Kombes (Pol) Komarudin tegaskan pihaknya akan segera menyelidiki dan kejar akun medsos yang sebarkan berita hoaks penembakan di wilayah Pontianak Utara yang viral beberapa hari ini.

Hal tersebut disampaikan Kombes (Pol) Komarudin menyikapi berita hoak terkait video korban yang terluka yang tersebar melalui dunia maya disebar oleh akun medsos yang kini sedang dalam penyelidikan Polresta.

“Kami akan selidiki akun medsos dan kelompok masyarakat yang menyebarkan berita bohong, yang memprovokasi karena pelaku sudah kita amankan, kita minta masyarakat tidak terprovokasi dengan berita hoak tersebut,” ungkap Kapolresta.

Seperti diberitakan sebelumnya beredar informasi sekelompok Anak Muda yang sedang lakukan kegiatan bangun sahur, tiba-tiba mendapat serangan dengan menggunakan gotri dan ketepel.

“Saya berharap semua masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan info yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, jangan menyebar video atau foto-foto yang bukan dari kejdian sesungguhnya,” terang Kapolresta.

Kombes (Pol) Komarudin menjelaskan saat ini pelaku beserta alat bukti yang digunakan berupa katapel dan gotri sudah diamankan dan pelaku sedang menjalani proses hokum yang berlaku.

Kapolresta Pontianak Kombes (Pol) Komarudin masyarakat untuk bijak bermedia social dan bisa menilai mana informasi yang benar dan mana informasi yang tidak benar atau Provokatif. (ej/tim liputan)

Editor : Aan

Komentar Anda

Berita Terkini