BREAKING NEWS

KABUPATEN SEKADAU TINGKATKAN STATUS KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) COVID-19, KEJATI UNGKAP PENYELEWENGAN DANA BANTUAN COVID-19 UNTUK WARGA RASAU JAYA KAB KUBU RAYA, PELAJAR SUNGAI PINYUH BANTU WARGA TERDAMPAK COVID-19, KABAG KESRA SETDA KUBU RAYA H NASUTION USMAN MENINGGAL DUNIA, HARI INI DUA PEJABAT UTAMA POLRES KUBU RAYA DAN DUA KAPOLSEK DISERAH TERIMAKAN, KAPOLSEK SUNGAI AMBAWANG DAN KAPOLSEK BATU AMPAR BERGANTI

Sujiwo: Warga Sungai Raya Dalam Miliki Lahan Wakaf Pemakaman Seluas 9,6 Hektare

Redaksi
Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo bersama Masyarakat saat bergotongroyong di Tanah Wakaf Pemakaman

Kubu Raya (Kalbarnews.co.id) – Tingginya semangat dan keinginan warga Sungai Raya Dalam dan sekitarnya untuk memiliki lahan wakaf terjawab setelah keluarga besar Nurdin Johan mewakafkannya lahan seluas 9,6 hektare.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo disela-sela kerja bakti pemagaran dan pembersihan lahan wakaf dilakukan bersama dengan warga Sungai Raya Dalam, Punggur Kecil dan sekitarnya di Parit Rintis, Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, Sabtu (29/2/2020) pagi lalu.

"Tanah ini ke depannya diperuntukkan sebagai pemakaman atau biasa orang-orang memplesetkannya dengan sebutan kapling abadi. Selama ini kita cuma memikirkan orang yang hidup saja. Sudah saatnya kita ikut memikirkan orang-orang yang sudah meninggal, apalagi Sungai Raya Dalam ini minim sekali bahkan dapat dikatakan tidak punya lahan pemakaman," ujarnya.

Sujiwo menambahkan, warga Sungai Raya Dalam tentu merasa sangat tertolong dengan adanya lahan wakaf ini. Pasalnya, kawasan Sungai Raya Dalam dan sekitarnya memang belum memiliki lahan pemakaman yang memadai karena sudah dipenuhi oleh pemukiman masyarakat. Lahan seluas 600 meter persegi yang pernah diwakafkannya untuk pemakaman pada tahun 2007 lalu pun diakuinya sudah penuh. Seiring dengan adanya lahan wakaf ini, Sujiwo berharap masyarakat Sungai Raya Dalam dan sekitarnya tidak lagi bingung mencari lokasi pemakaman ketika ada warga yang meninggal dunia.

Selain diperuntukkan sebagai pemakaman, lanjut Sujiwo, lahan tersebut rencananya juga akan dibangun sebuah pondok pesantren. Nantinya, pemakaman dan pondok pesantren itu akan dikelola oleh Yayasan Darunnajah Raya.

"Sekarang kalau ada warga Sungai Raya Dalam yang meninggal, kita tidak lagi bingung mau dimakamkan di mana. Insyaallah di lahan ini juga akan dibangun pesantren di bawah yayasan Darunnajah Raya," tukasnya.

Wakil Bupati Kubu Raya ini juga tidak lupa menyampaikan apresiasi atas semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Sungai Raya Dalam dan sekitarnya. Dirinya berharap, semangat gotong royong tersebut bisa terus dipertahankan dan ditularkan kepada warga di permukiman-permukiman lainnya.

"Saya ingin imbau kepada warga Sungai Raya Dalam, Punggur Kecil dan Kubu Raya pada umumnya, semangat gotong royong dan kebersamaan seperti ini harus kita pupuk. Gotong royong merupakan peninggalan yang sangat mulia oleh leluhur kita yang saat ini sudah mulai tergerus dan terdegradasi. Memang masih ada, tetapi tidak lagi seperti dulu. Warga Sungai Raya Dalam sudah memulainya, dan mudah-mudahan bisa ditiru oleh warga lainnya," pungkasnya.(tim liputan)

Editor : Aan

Komentar Anda

Berita Terkini