BREAKING NEWS

KABUPATEN SEKADAU TINGKATKAN STATUS KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) COVID-19, KEJATI UNGKAP PENYELEWENGAN DANA BANTUAN COVID-19 UNTUK WARGA RASAU JAYA KAB KUBU RAYA, PELAJAR SUNGAI PINYUH BANTU WARGA TERDAMPAK COVID-19, KABAG KESRA SETDA KUBU RAYA H NASUTION USMAN MENINGGAL DUNIA, HARI INI DUA PEJABAT UTAMA POLRES KUBU RAYA DAN DUA KAPOLSEK DISERAH TERIMAKAN, KAPOLSEK SUNGAI AMBAWANG DAN KAPOLSEK BATU AMPAR BERGANTI

Kunjungan Komisi V DPR Dorong Percepatan Pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing

Redaksi
Rombongan Komisi V DPR-RI bersamama Wagub Kalbar, Ria Norsan Saat berada di Pelabuhan Kijing Mempawah

Mempawah (Kalbarnews.co.id) - Komisi V DPR RI melakukan peninjauan ke proyek pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing, dipimpin Ketua Komisi V Lasarus, peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pembangunan pelabuhan berjalan sesuai rencana, Jumat (06/03/2020).

Hal ini disampaikan Ketua Komisi V DPR RI Lasarus saat berada di Pelabuhan Internasional Kijing, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah bersama Sejumlah Anggota DPR-RI Komisi V lainya..

Tampak Hadir Komisi V DPR-RI Dapil Kalimantan Barat lainya, Sy Abdullah Alkadri dan Boyman Harun yang ikut dalam pengawasan dan pengawalan Pembangunan di Kalimantan Barat.

"Kami ingin melihat kondisi terakhir untuk memastikan apakah pembangunan ini (Pelabuhan Kijing) berjalan lancar sesuai perencanaan atau tidak. Tadi juga hadir Pelindo II, Kemenhub, Wakil Gubernur dan Bupati Mempawah. PT Wijaya Karya selaku pelaksana menyampaikan ke kita bahwa tidak ada masalah. Perencanaan sesuai rencana, on target dan target operasional pada bulan September 2020 mudah-mudahan betul-betul bisa tercapai," ujar Lasarus.

Setelah meninjau langsung proyek ini, Lasarus menilai bahwa jalan penunjang Pelabuhan Kijing, terutama dari Kota Pontianak sampai Kabupaten Mempawah perlu dilakukan pelebaran. Hal itu guna mengantisipasi padatnya lalu lintas kendaraan angkutan berat, baik dari arah maupun yang menuju pelabuhan. Karenanya Tidak cuma pelebaran jalan, Lasarus juga menilai perlu ditempatkan fasilitas sarana bantu navigasi guna menunjang pelabuhan samudra tersebut.

"Kondisi jalan dari Pontianak ke sini (Mempawah) sempit dan harus segera diperlebar supaya ketika pelabuhan beroperasi, jalan di sekitar pelabuhan harus mampu menjawab tantangan padatnya aktivitas lalu lintas angkutan di pelabuhan ini," imbuhnya.

"Memang tahun ini sudah dimulai pelebarannya, walaupun baru beberapa kilometer. Kami juga tadi melihat secara langsung berapa besar kebutuhan pelebaran jalan ini, sehingga ketika kembali ke Jakarta, kami bisa bahas mana yang domainnya Kementerian PUPR agar bisa bicarakan terkait penganggarannya," sambung Lasarus.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Komisi V DPR ini juga sempat menyinggung nasib Pelabuhan Dwikora Pontianak setelah nantinya Pelabuhan Internasional Kijing resmi beroperasi. Lasarus menjelaskan bahwa Pelabuhan Dwikora nantinya hanya akan difungsikan sebagai pelabuhan penumpang, sementara Pelabuhan Kijing akan dipusatkan sebagai pelabuhan yang memuat aktivitas bongkar muat barang.

"Pelabuhan Dwikora ini kan sebenarnya kondisinya sudah tidak layak dan selama pelabuhan itu berdiri sudah banyak orang yang mengalami kecelakaan. Tentu ini tidak baik. Kami berharap nanti, setelah pelabuhan ini beroperasi full pelan-pelan Pelabuhan Dwikora tidak lagi kita fungsikan. Kemungkinan jadi pelabuhan penumpang saja di sana. Kemarin dengan Pelindo II juga sudah kita bicarakan peruntukan lahan yang sekarang untuk ke depan. Nanti akan dibicarakan Pelindo dengan Pemkot Pontianak," tutup Lasarus. (tim liputan)

Editor : Aan

Komentar Anda

Berita Terkini