-->

BREAKING NEWS

TERIMA KASIH TELAH MENGIKUTI INFORMASI DARI KAMI DI WWW.KALBARNEWS.CO.ID, MERASA DIRUGIKAN PT SULTAN RAFLI MANDIRI LAPORKAN OTAK KERUSUHAN AKSI UNJUK RASA BEBERAPA WAKTU YANG LALU DI KETAPANG, DUA ANGGOTA DPRD KAB KUBU RAYA DAN SATU TENAGA KONTRAK DI SEKRETARIAT DPRD KAB KUBU RAYA TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19, SEMENTARA AKTIFITAS DI SEKRETARIAT DITUTUP SELAMA 7 HARI, APARAT KEPOLISIAN TERUS USUT DAN KEJAR PELAKU PEMBUNUHAN IBU DAN ANAK DI PONTIANAK TIMUR KALIMANTAN BARAT,  

Pangdam XII/Tpr : Program Langit Biru Sebagai Upaya Penanganan Karhutla di Bumi Khatulistiwa

Redaksi author photo

Pontianak (Kalbarnews.co.id) - Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Muhammad Nur Rahmad mengikuti Rapat Evaluasi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Kalimantan Barat. Rapat evaluasi dilaksanakan di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Jalan Ahmad Yani, Kota Pontianak.

Rapat evaluasi penanganan Karhutla dipimpin oleh Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji. Yang dihadiri oleh Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo, Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono, Kasdam XII/Tpr, Brigjen TNI Alfred Denny D. Tuejeh, Danlanud Supadio, Marsma TNI Palito Sitorus, Danlantamal XII/Pontianak, Laksma TNI Agus Hariadi, Danrem 121/Abw, Brigjen TNI Bambang Trisnohadi serta Kepala BPBD Kalbar.


Rapat yang digelar kali ini juga diikuti oleh para Dandim, para Bupati dan Walikota, para Kepala BPBD Kabupaten/Kota, Kakansar Pontianak, Manggala Agni dan para perwakilan dari perusahaan perkebunan se-Kalbar.

Rapat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengukur dan menilai upaya-upaya penanganan bencana Karhutla yang telah dilakukan selama kurun waktu satu tahun ini. Selain itu juga untuk mencari solusi yang terbaik bagi penanganan Karhutla di Kalbar kedepannya. 

Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad dalam kesempatan tersebut menyampaikan, dalam menangani Karhutla Kodam XII/Tpr telah melakukan upaya dengan melaksanakan program langit biru di bumi khatulistiwa. 

Lanjutnya mengatakan, berkaitan dengan Karhutla di Kalbar, dari hasil pemetaan terdapat sebanyak 182 desa yang berpotensi tinggi terjadi Karhutla. Untuk itu Pangdam meminta hal ini ke depan agar diwaspadai oleh seluruh pihak terkait. 

"Karena dampak dari Karhutla sangat membahayakan bagi masyarakat," pungkas Pangdam XII/Tpr mengakhiri. (tim liputan)

Editor : Heri K

Komentar Anda

Berita Terkini