-->

BREAKING NEWS

KEBAKARAN MELANDA DUA LOKASI DI KUBU RAYA 2 RUMAH DI JL ADI SUCIPTO KEC SUNGAI RAYA DAN DI PARIT GADO KEC SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA, WARGA DIHEBOHKAN DENGAN TEMUAN SESEORANG DITEMUKAN DALAM KEADAAN MENINGGAL DI KAWASAN PARIT BESAR PONTIANAK, HINGGA KINI BELUM DIKETAHUI SIAPA DAN MENINGGAL KARENA APA, BELUM ADA KETERANGAN MENGENAI TEMUAN MAYAT ITU, RUDI HARTONO PEMUDA ASAL KABUPATEN BERHASIL RAIH JUARA II PEMUDA PELOPOR TINGKAT NASIONAL MEMBAWA NAMA KABUPATEN KUBU RAYA DAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT, PERINGATI HARI SANTRI MWC NU KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG LAKUKAN RAPAT KERJA UNTUK MEMFOKUSKAN KINERJA PENGURUS RANTING YANG BARU SAJA DILANTIK, RAPAT KERJA MWCNU KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG INI DIHADIRI KETU PCNU KAB KUBU RAYA, KH ABDUSSALAM, M.Si, PASANG IKLAN ANDA DI SINI, HARGA DAN KWALITAS IKLAN TERJAMIN SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI EMAIL : REDAKSIKALBARNEWS@GMAIL.COM ATAU DI WHATSHAP : 085750113979 - 085245460919

Cepat Tanggap Anggota Koramil Paloh Bantu Warga Dampak Banjir

Redaksi author photo
Tampak Anggota Koramil membantu warga memindahkan Kendaraan Warga yang terkena banjir
Singkawang (Kalbarnews.co.id) - Hujan deras dengan intensitas curah hujan yang tinggi menyisakan air meluap di sejumlah pemukiman warga di Kecamatan Paloh terendam air pada Sabtu kemarin. Menyikapi kejadian tersebut personel Koramil 1202-05/Paloh, Kodim 1202/Singkawang bersama masyarakat turun langsung membantu memindahkan sejumlah barang-barang berharga milik warga, Minggu (08/12/2019)

Dandim 1202/Skw, Letkol Arm Victor J.L Lopulalan, S.Sos., di Makodim Singkawang mengatakan, menurut laporan dari Danramil 1202-05/Paloh, Mayor Inf Sartono banjir yang terjadi di wilayah Kecamatan Paloh tersebut akibat dari meluapnya air drainasse pinggir jalan yang tidak mampu menampung air karena intensitas curah hujan yang tinggi sehingga air meluap dan mengakibatkan banjir.

kondisi air saat banjir melanda beberapa daerah di Kecamatan Paloh
Lanjutnya, ketinggian air hingga setinggi lutut orang dewasa, sedangkan perkebunan dan persawahan ketinggian air sampai dengan dua meter karena berada di dataran rendah," ujarnya.

"Akibat kejadian tersebut aktivitas perkantoran, pendidikan dan masyarakat terhenti," kata Dandim.

Diungkapkan juga, ini sudah menjadi kewajiban kami selaku apkowil untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat sekelilingnya, maupun yang ada diwilayah sekitar," tutup Dandim. (tim liputan)

Editor : Aan

Komentar Anda

Berita Terkini