-->

BREAKING NEWS

HARI INI, SABTU (16/01/2021) DUA JENAZAH KORBAN JATUHNYA PESAWAT SRIWIJAYA AIR SJ 182 DIJADWALKAN AKN DIPULANGKAN KE KALBAR MELALUI PENERBANGAN JAKARTA -PONTIANAK DAN AKAN DITERIMA KELUARGA DI BANDARA SUPADIO KUBU RAYA, ULAMA KHARISMATIK, SYEKH ALI JABER DIKABARKAN MENINGGAL DUNIA PAGI INI DI RS YARSI HARI INI, KAMIS (14/01/2021) SEKITAR PUKUL 08:30 WIB, HARI INI, KAMIS (14/01/2021) DINAS KESEHATAN KAB KUBU RAYA AKAN LAKSANAKAN VAKSINASI COVID-19 PERDANA DI PUSKESMAS SUNGAI DURIAN KEC SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA, DUA PESAWAT GAGAL MENDARAT DI BANDARA SUPADIO PONTIANAK AKIBAT CUACA BURUK, DUA PESAWAT TERSEBUT ADALAH LION AIR DAN GARUDA AIR, LION MENDARAT KE BANDARA BATAM DAN GARUDA KE BANDARA PALEMBANG, SEJUMLAH ANGGOTA BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DARI 4 KECAMATAN DI KABUPATEN KUBU RAYA MENGIKUTI PEMBEKALAN PASCA PRA PELANTIKAN YANG AKAN DILAKSANAKAN PADA KAMIS (14/01/2021), POSISIJATUHNYAPESAWAT SRIWIJAYA SJ 182 SUDAH DITEMUKAN, LASARUS MINTA SEMUA PIHAK NANTIKAN KETERANGAN DARI KNKT, DAN TIDAK BERSEPEKULASI TERKAIT MUSIBAH INI, JATUHNYA PESAWAT SRIWIJAYA AIR PENERBANGAN DARI JAKARTA MENUJU PONTIANAK MENJADI KABAR DUKA MASYARAKAT KALIMANTAN BARAT, BANYAK WARGA KEMUDIAN MENCARI KABAR KELUARGANYA YANG MELALUKAN PENERBANGAN SAAT ITU, PCNUKAB KUBU RAYA SERAHKAN BANTUAN KEPADA 30 PONDOK PESANTREN, BANTUAN BERUPA MASKER,HANDSINITIZER, DISINFEKTAN,TANGKI SEMPROTAN DISINFEKTAN DAN VITAMIN YANG DIPERUNTUKKAN SANTRI SANTRIWATI, PARATKEAMANAN KAWAL KETAT KEDATANGAN VAKSIN COVID-19 DI KALIMANTAN BARAT HARI INI, SELASA (05/01/2021), POLDA KALBAR TURUNKAN KENDARAAN TAKTIS GUNA KAWAL KENDARAAN PENGANGKUT VAKSIN YANG AKAN DI BERIKAN KEPADA MASYARAKAT KALBAR, MAPOLSEKTERENTANG DIKABARKAN LUDES TERBAKAR DINI HARI TADI, SELASA (05/01/2021) SEKIRA PUKUL 03:00 WIB, BELUM DIKETAHUI PENYEBABNYA TETAPI WARGA DIPERKIRAKAN AKIBAT KONSLETING LISTRIK,

Wakil Bupati Hadiri Peringatan Hari Wayang Nasional di Kubu Raya

Redaksi author photo
Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo saat menghadiri dan membuka Pagelaran Wayang Semalam Suntuk
Kubu Raya (Kalbarnews.co.id) – Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo hadiri Pagelaran Wayang dalam rangka Peingatan Hari Wayang Nasional dan Peringatan Hari Pahlawan yang dilaksanakan Persauan Pedalangan Indonesia (PEPADI), Paguyuban Jawa, Prodi Seni FKIP Untan dan Masyarakat Desa Rasau Jaya Tiga Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya, Sabtu Malam (29/11/2019).

Dalam Sambutan Pembukaanya, Sujiwo mengapresiasi kegiatan yang dilakukan secara bergotongroyong antara Organisasi Kemasyarakatan, Perguruan Tinggi serta Masyarakat dalam melestarikan Budaya Tradisional Masyarakat khususnya Wayang Kulit.

"Sudah tidak banyak lagi dari Generasi Muda yang berminat bahkan banyak yang tidak lagi memahamio Seni Wayang Kulit ini, oleh karena itu kegiatan Pagelaran seperti ini mesti terus dilakukan dan itu kewajiban kita semua," ungkap Sujiwo yang juga merupakan Ketua Paguyuban Jawa Kabupaten Kubu Raya.

Sujiwo mengatakan Pemerintah Daerah menaruh perhatian tinggi terhadap pengembangan budaya di Kabupaten Kubu Raya. Perhatian itu ditunjukkan dengan rutin adanya pagelaran budaya dari berbagai etnik. Mulai dari pertunjukan wayang kulit oleh masyarakat Jawa, robo-robo dari masyarakat Bugis, tundang dari masyarakat Melayu, barongsai oleh masyarakat Tionghoa dan masih banyak lagi pertunjukan lain dari berbagai etnik yang ada.

Sujiwo menuturkan, perhatian tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap eksistensi budaya. Sebab jika pemerintah abai terhadap hal itu, bukan tidak mungkin seni budaya yang ada saat ini punah di kemudian hari.

“Pemkab Kubu Raya sangat memberikan perhatian kepada kelompok-kelompok budaya semua etnis. Budaya yang dimiliki suku Melayu, Dayak, Madura, Tionghoa, Bugis dan Jawa yang ada di Kubu Raya karena Kubu Raya ini multi etnis dan budayanya sangat banyak. Ini menjadi atensi kita dalam rangka pelestarian,” ujar Sujiwo.

Wabup Kubu Raya ini menyadari bahwa pelestarian budaya juga harus ditopang dengan pendanaan yang memadai. Berdasarkan pengamatannya, sebagian besar pelestari budaya saat ini memang hanya mengandalkan sumbangan swadaya dari masyarakat. Oleh karena itu, bersama Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan, dirinya berjanji memberikan bantuan dana pembinaan bagi kelompok-kelompok pegiat budaya. Meskipun, diakuinya nominal bantuan yang diberikan nanti tidak akan mampu mengakomodasi semua biaya operasional yang dibutuhkan oleh kelompok pegiat budaya.

“Pemkab akan memberikan dana-dana pembinaan dengan tetap mengedepankan persyaratan-persyaratan. Karena apa, memelihara seni budaya itu juga perlu selain tekad keras masyarakat, perlu juga yang berkaitan dengan dana untuk pembinaan. Dari mungkin membeli seragamnya, peralatan-peralatan dan lain-lain. Itu pun lima puluh persen lebih masyarakat yang swadaya. Kalaupun ada bantuan, tidak terlalu besar dari Pemkab ya minimal bisa meringankan para praktisi pelaku seni,” pungkasnya. (tim liputan)

Editor : Heri K

Komentar Anda

Berita Terkini