-->

BREAKING NEWS

KEBAKARAN MELANDDUA LOKASI DI KUBU RAYA 2 RUMAH DI JL ADI SUCIPTO KEC SUNGAI RAYA DAN DI PARIT GADO KEC SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA, WARGA DIHEBOHKAN DENGAN TEMUAN SESEORANG DITEMUKAN DALAM KEADAAN MENINGGAL DI KAWASAN PARIT BESAR PONTIANAK, HINGGA KINI BELUM DIKETAHUI SIAPA DAN MENINGGAL KARENA APA, BELUM ADA KETERANGAN MENGENAI TEMUAN MAYAT ITU, RUDI HARTONO PEMUDA ASAL KABUPATEN BERHASIL RAIH JUARA II PEMUDA PELOPOR TINGKAT NASIONAL MEMBAWA NAMA KABUPATEN KUBU RAYA DAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT, PERINGATI HARI SANTRI MWC NU KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG LAKUKAN RAPAT KERJA UNTUK MEMFOKUSKAN KINERJA PENGURUS RANTING YANG BARU SAJA DILANTIK, RAPAT KERJA MWCNU KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG INI DIHADIRI KETU PCNU KAB KUBU RAYA, KH ABDUSSALAM, M.Si, PASANG IKLAN ANDA DI SINI, HARGA DAN KWALITAS IKLAN TERJAMIN SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI EMAIL : REDAKSIKALBARNEWS@GMAIL.COM ATAU DI WHATSHAP : 085750113979 - 085245460919

Wakil Bupati Hadiri Peringatan Hari Wayang Nasional di Kubu Raya

Redaksi author photo
Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo saat menghadiri dan membuka Pagelaran Wayang Semalam Suntuk
Kubu Raya (Kalbarnews.co.id) – Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo hadiri Pagelaran Wayang dalam rangka Peingatan Hari Wayang Nasional dan Peringatan Hari Pahlawan yang dilaksanakan Persauan Pedalangan Indonesia (PEPADI), Paguyuban Jawa, Prodi Seni FKIP Untan dan Masyarakat Desa Rasau Jaya Tiga Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya, Sabtu Malam (29/11/2019).

Dalam Sambutan Pembukaanya, Sujiwo mengapresiasi kegiatan yang dilakukan secara bergotongroyong antara Organisasi Kemasyarakatan, Perguruan Tinggi serta Masyarakat dalam melestarikan Budaya Tradisional Masyarakat khususnya Wayang Kulit.

"Sudah tidak banyak lagi dari Generasi Muda yang berminat bahkan banyak yang tidak lagi memahamio Seni Wayang Kulit ini, oleh karena itu kegiatan Pagelaran seperti ini mesti terus dilakukan dan itu kewajiban kita semua," ungkap Sujiwo yang juga merupakan Ketua Paguyuban Jawa Kabupaten Kubu Raya.

Sujiwo mengatakan Pemerintah Daerah menaruh perhatian tinggi terhadap pengembangan budaya di Kabupaten Kubu Raya. Perhatian itu ditunjukkan dengan rutin adanya pagelaran budaya dari berbagai etnik. Mulai dari pertunjukan wayang kulit oleh masyarakat Jawa, robo-robo dari masyarakat Bugis, tundang dari masyarakat Melayu, barongsai oleh masyarakat Tionghoa dan masih banyak lagi pertunjukan lain dari berbagai etnik yang ada.

Sujiwo menuturkan, perhatian tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap eksistensi budaya. Sebab jika pemerintah abai terhadap hal itu, bukan tidak mungkin seni budaya yang ada saat ini punah di kemudian hari.

“Pemkab Kubu Raya sangat memberikan perhatian kepada kelompok-kelompok budaya semua etnis. Budaya yang dimiliki suku Melayu, Dayak, Madura, Tionghoa, Bugis dan Jawa yang ada di Kubu Raya karena Kubu Raya ini multi etnis dan budayanya sangat banyak. Ini menjadi atensi kita dalam rangka pelestarian,” ujar Sujiwo.

Wabup Kubu Raya ini menyadari bahwa pelestarian budaya juga harus ditopang dengan pendanaan yang memadai. Berdasarkan pengamatannya, sebagian besar pelestari budaya saat ini memang hanya mengandalkan sumbangan swadaya dari masyarakat. Oleh karena itu, bersama Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan, dirinya berjanji memberikan bantuan dana pembinaan bagi kelompok-kelompok pegiat budaya. Meskipun, diakuinya nominal bantuan yang diberikan nanti tidak akan mampu mengakomodasi semua biaya operasional yang dibutuhkan oleh kelompok pegiat budaya.

“Pemkab akan memberikan dana-dana pembinaan dengan tetap mengedepankan persyaratan-persyaratan. Karena apa, memelihara seni budaya itu juga perlu selain tekad keras masyarakat, perlu juga yang berkaitan dengan dana untuk pembinaan. Dari mungkin membeli seragamnya, peralatan-peralatan dan lain-lain. Itu pun lima puluh persen lebih masyarakat yang swadaya. Kalaupun ada bantuan, tidak terlalu besar dari Pemkab ya minimal bisa meringankan para praktisi pelaku seni,” pungkasnya. (tim liputan)

Editor : Heri K

Komentar Anda

Berita Terkini