-->

BREAKING NEWS

DANDIM 1207 DAN KAPOLRES KUBU RAYA MENGHIMBAU MASYARAKAT UNTUK TIDAK BAKAR LAHAN APALAGI SAAT KEMARAU SEPERTI SAAT INI, PENGURUS YARSI PONTIANAK MATANGKAN TEKNIS PENGGABUNGAN DUA LEMBAGA PENDIDIKAN YANG DINAUNGI YAYASAN YAITU SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) DAN AKADEMI FARMASI (AKFAR) UNTUK MENJADI UNIVERSITAS YARSI PONTIANAK, DENGAN PENAMBAHAN FAKULTAS HINGGA ENAM FAKULTAS, DPC PARTAI GERINDRA KOTA PONTIANAK BERDUKA, WAKIL KETUA, Drs SY ISKANDAR ALMUNTAHAR, M.Sos YANG JUGA ANGGOTA DPRD KOTA PONTIANAK MENINGGAL DUNIA DI RS PROMEDIKA PONTIANAK, PADA HARI INI, MINGGU (14 PEBRUARI 2021), WARGA SUNGAI JAWI GG NILAM 7 JL PROF DR HAMKA PONTIANAK DIGEGERKAN DENGAN KASUS PEMBUNUHAN, KAMIS 911/02/2021), WARGA SUNGAI RAYA DIGEGERKAN DENGAN PENEMUAN MAYAT DI ATAS PARIT PERSIS DISAMPING MAPOLDA KALBAR, POLRES KUBU RAYA BERHASIL UNGKAP DAN PELAKU PEMBUNUHAN DI DESA MADUSARI KEC SUNGAI RAYA, MOTIF PEMBUNUHAN KARENA UTANG PIUTANG, KETUA KOMISI V DPR RI BERSAMA PERWAKILAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN SERAHKAN SATU UNIT BUS SEKOLAH KEPADA UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA KALIMANTAN BARAT, JUMAT (05/02/2021)

PCNU Kota Pontianak Gelar Lomba Baca Kitab Kuning Peringati Hari Santri

Redaksi author photo
PCNU Kota Pontianak Gelar Lomba Baca Kitab Kuning dalam Peringatan Hari Santri

Pontianak (Kalbarnews.co.id) - Dalam Rangka Gebyar Hari Santri Nasional PCNU Kota Pontianak Gelar Lomba Baca Kitab Kuning yang diikuti sedikitnya 40 peserta Dari Seluruh pondok pesantren di Kota Pontianak Dan sekitarnya, kegiatan ini dilaksanakan di Eks Stand STQ Alun-alun Kapuas Pontianak, Jumat (18/10/2019).

Dalam sambutanya Ketua PCNU Kota Pontianak Drs.H Ahmaf Faruki Mengatakan bahwa Mempertahankan kegiatan membaca kitab kuning sama halnya dengan mempertahankan Indonesia di masa depan


“Kitab kuning yang juga sering disebut kitab gundul adalah kitab-kitab tradisional yang berisi pelajaran-pelajaran agama Islam, sehingga dengan melestarikan membaca dan mempelajari kitab Kunung sama halnya melestarikan dan belajar Islam,” terang Faruki.

Menurut Faruki Lazimnya kitab ini diajarkan di dayah-dayah. Isinya beragam, mulai dari fiqh, aqidah, akhlak/tasawuf, tata bahasa Arab, hingga sosial kemasyarakatan. Kitab kuning disebut gundul lantaran tidak memiliki baris seperti halnya kitab suci Al-Quran.

Sementara itu, Ketua Paniatia HSN 2019 Ahmad Bustomi dalam sambutannya di perlombaan tersebut mengatakan, Qiraatul Kutub ini tak sekadar kompetisi, tetapi juga salah satu cara untuk memahami ilmu Allah yang ada di dunia.

“Ketika kita ingin memahami isi dari Al-Quran dan Sunnah, maka pembelajaran kitab kuning sangat membantu,” ujarnya.

Ahmad Bustomi juga meyakini bahwa kegiatan ini akan berdampak positif bagi generasi yang akan datang. 

“Ini adalah momentum kebangkitan dalam menjadikan umat Islam masa yang akan datang, sebagai masyarakat berilmu menjadi tafaqquh fiddin yang mampu memperteguh keimanan kita kepada Allah SWT,” ujar Ahmad Bustomi.

Bustomi mengatakan Musabaqah Qiraatul Kutub tingkat Santri akan menjadi agenda resmi setiap 1 tahun sekali dengan tema “Santri Untuk Perdamaian Dunia” (Ahmad Imamul Arifin)

Editor : Edi S
Komentar Anda

Berita Terkini