-->

BREAKING NEWS

TERIMAKASIH TELAH MENGIKUTI INFORMASI DARI KAMI WWW.KALBARNEWS.CO.ID, USTAD MUSTAHAR,SPD.I TERPILIH SEBAGAI KETUA FORUM KOMUNIKASI PONDOK PESANTREN (FKPP) KABUPATEN KUBU RAYA PERIODE 2020 -2025 PADA MUSYAWARAH DAERAH FKPP KAB KUBU RAYA, SEORANG ANGGOTA SATLANTAS POLRESTA PONTIANAK DIKABARKAN LAKUKAN PELECEHAN SEX KEPADA SEORANG WARGA KARENA TIDAK BISA MEMBAYAR TILNG PELANGGARAN LALU LINTAS, KASUS INI MASIH DALAM PENYELIDIKAN APARAT, SATRESNARKOBA POLRES KUBU RAYA BEKUK TERSANGKA PENGEDAR NARKOBA DI KECAMATAN SUNGAI KAKAP, TERSANGKA BERINISIAL DP DITANGKAP BERSAMA BARANG BUKTI NARKOBA JENIS SABU-SABU, PASANG IKLAN DI KALBARNEWS GAMPANG.....!!!!! HUB MARKETING KAMI DI : 085751103979 - 085245460919 ATAU EMAIL : redaksikalbarnews@gmail.com

Pangdam XII/Tpr Dampingi Menteri Susi Musnahkan Barang Bukti ilegal Fishing

Redaksi author photo
Tampak Pangdam XII/Tpr dampingi Menteri Susi Pudjiastuti Musnahkan BB Pelaku Illegal Fishing

Pontianak (Kalbarnews.co.id) - Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad bersama unsur Forkopimda Kalimantan Barat mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Ibu Susi Pudjiastuti melaksanakan Pemusnahan Barang Bukti Kapal Perikanan Pelaku Ilegal Fishing di perairan Pulau Datuk, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat oleh Kejaksaan Negeri Pontianak bersama Satgas 115, Minggu (06/10/2019).

Tampak turut mendampingi diantaranya Danlantamal XII/Pontianak, Wakapolda Kalbar, Staf Ahli Gubernur Kalbar Bidang Hukum dan Politik, Kasi Kamnegtibum Kejati Kalbar, Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Pontianak, Bupati Mempawah dan Kasdim 1207/BS.


Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti beserta rombongan berangkat dari Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak dengan menggunakan kapal menuju ke perairan Pulau Datuk.

Setibanya di lokasi, sebanyak 16 kapal yang menjadi barang bukti dimusnahkan dengan cara ditenggelamkan menggunakan kapal pemompa.

Kegiatan penenggelaman ini merupakan pelaksanaan penegakan hukum terhadap pelaku illegal, unreported, unregulated fishing (IUU Fishing) sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Perikanan Republik Indonesia.

Kapal-kapal yang dimusnahkan merupakan kapal-kapal yang telah mendapatkan putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap (incrakht). Oleh karena itu, penenggelaman yang dilakukan adalah semata-mata dalam rangka melaksanakan putusan pengadilan dan dilaksanakan oleh Jaksa dengan didukung oleh Satgas 115. (tim liputan)

Editor : Heri K
Komentar Anda

Berita Terkini