-->

BREAKING NEWS

TERIMAKASIH TELAH MENGIKUTI INFORMASI DARI KAMI WWW.KALBARNEWS.CO.ID, SATRESNARKOBA POLRES KUBU RAYA TANGKAP MP PRODUSEN SEKALIGUS PENJUAL MIRAS DI KECAMATAN BATU AMPAR KAB KUBU RAYA, POLISI MASIH SELIDIKI KASUS TERBUNUHNYA IBU DAN ANAK WARGA PONTIANAK TIMUR YANG TEWAS MENGENASKAN DIDALAM RUMAHNYA, USTAD MUSTAHAR,SPD.I TERPILIH SEBAGAI KETUA FORUM KOMUNIKASI PONDOK PESANTREN (FKPP) KABUPATEN KUBU RAYA PERIODE 2020 -2025 PADA MUSYAWARAH DAERAH FKPP KAB KUBU RAYA, SEORANG ANGGOTA SATLANTAS POLRESTA PONTIANAK DIKABARKAN LAKUKAN PELECEHAN SEX KEPADA SEORANG WARGA KARENA TIDAK BISA MEMBAYAR TILNG PELANGGARAN LALU LINTAS, KASUS INI MASIH DALAM PENYELIDIKAN APARAT, SATRESNARKOBA POLRES KUBU RAYA BEKUK TERSANGKA PENGEDAR NARKOBA DI KECAMATAN SUNGAI KAKAP, TERSANGKA BERINISIAL DP DITANGKAP BERSAMA BARANG BUKTI NARKOBA JENIS SABU-SABU, PASANG IKLAN DI KALBARNEWS GAMPANG.....!!!!! HUB MARKETING KAMI DI : 085751103979 - 085245460919 ATAU EMAIL : redaksikalbarnews@gmail.com

Breaking News: Satu Keluarga Tempati Gubuk Seng Tak Layak Huni di Desa Mega Timur

Redaksi author photo
 
Gubuk yang dihuni satu Keluarga Pasangan Sapriadi dan Lena beserta 4 Orang anak-anaknya

Kubu Raya (Kalbarnews.co.id) – Media Sosial dihebohkan dengan viralnya Satu Keluarga yang tinggal disebuah Gubuk yang tidak layak huni beserta anak-anak mereka.

Saat ditemui redaksi Kalbarnews.co.id tampak kondisi memperhatinkan keluarga ini, Lena Sang Ibu sedang menderita sakit ditemani kedua anak-anaknya yang masih balita, Jumat (11/10/2019)

Pasangan Sapriadi (39) dan Lena (39) adalah Warga Pontianak yang sebelumnya pernah tinggal di Gg Bentasan 1 Jalan Kebangkitan Nasional Kel Siantan Hulu, Kec Pontianak Utara.


Saat ini Tinggal Di Jalan Selat Panjang II, Gg Kelompok Tani, Desa  Mega Timur. Kecamatan Sui Ambawang. Kab Kubu Raya

"Suami bekerja serabutan sedangkan saya tidak bekerja, kadang cari sayuran pakis di hutan untuk di jual di pasar dapatlah 20-30 ribu, untuk beli beras," Ujar Lena.

Pasangan Sapriadi dan Lena memiliki 4 orang Anak laki-laki, Jeki (15), Elen (14), Fikri Alamsyah (5), Keilir Saputra (1), saat ini anak kedua mereka Elen masih sekolah di Sekolah Menangah Pertama (SMP). 

"Biaya sekolahnya di bayarkan oleh orang, anak saya yang pertama putus sekolah sejak kelas 5 SD karena tidak ada biaya," ungkap Lena

Saat ini satu keluarga tinggal di sebuah gubuk seadanya yang di bangun sejak 2 bulan yang lalu di atas tanah milik teman dari Sapriadi. 

Lena berharap ada pihak-pihak yang bisa memperhatikan dan membantu keluarganya yang sangat terbatas kemampuanya. (tim liputan)

Editor : Edi S
Komentar Anda

Berita Terkini