-->

BREAKING NEWS

RUDI HARTONO PEMUDA ASAL KABUPATEN BERHASIL RAIH JUARA II PEMUDA PELOPOR TINGKAT NASIONAL MEMBAWA NAMA KABUPATEN KUBU RAYA DAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT, PERINGATI HARI SANTRI MWC NU KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG LAKUKAN RAPAT KERJA UNTUK MEMFOKUSKAN KINERJA PENGURUS RANTING YANG BARU SAJA DILANTIK, RAPAT KERJA MWCNU KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG INI DIHADIRI KETU PCNU KAB KUBU RAYA, KH ABDUSSALAM, M.Si, PASANG IKLAN ANDA DI SINI, HARGA DAN KWALITAS IKLAN TERJAMIN SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI EMAIL : REDAKSIKALBARNEWS@GMAIL.COM ATAU DI WHATSHAP : 085750113979 - 085245460919

Warga Kesalkan Macet di Jl Trans Kalimantan Sui Ambawang, ini penyebabnya

Redaksi author photo
Jl Trans Kalimantan yang tiba-tiba alami kemacetan parah akibat penggunaan Bahu Jalan sebagai Parkir Kendaraan

Kubu Raya (Kalbar News) – Sudah Hampir dua minggu lamanya pelaksanaan Pekan Raya Borneo yang dilakukan di Komplek Pegudangan Borneo Icon, sampai saat ini masih meninggalkan keluhan terganggunya pengguna jalan Jl. Trans Kalimantan Kecamatan Sui Ambawang Kubu Raya.

Seperti diketahui kegiatan Pekan Raya Borneo diKomlek pegudangan Borneo Icon ini direncanakan dilaksanak dari 14 Maret hingga 21 April 2019.

Keluhan itu disampaikan Munawar warga Sungai Ambawang yang harus mengalami keterlambatan ketika akan kembali dari tempat kerjanya.

“Kalau mau balek ke Ambawang malam ini sebaiknya tak usah lewat Parit Mayor, Lewat Tanjung Hulu jak, Kapok Tuwoo,”ungkapnya melalui akun facebooknya.

Hal senada disampaikan Eko seorang Driver Fuso yang harus alami kemacetan berjam-jam hanya akan melewati antara Tol Kapuas 2 menuju Bundaran Tugu Alianyang Jl Trans Kalimantan Sui Ambawang.

“Saya kira ada kecelakaan atau apa dijalan sini, rupa-rupanya ada keramaian di Borneo Icon ini, Parkir kendaraan dikiri kanan jalan raya, manelah tak macet,”ujarnya kesal.

Romli menyanyangkan Pengelola keramaian tersebut yang tidak memikirkan pengguna jalan lainya dan terkesan memikirkan kepentingan pribadi saja, sehingga tidak melihat betapa susahnya orang melewati keramaian jalan karena parkir menggunakan bahu jalan.

Kekesalan tersebut juga dilontarkan Rahmat salah satu Warga sekitar, Rahmat menyayangkan Pengelola Keramaian di Pergudangan Borneo Icon tidak maksimal melakukan perencanaan kegiatan tersebut.

“Dihari pertama kemacetan hingga puluhan kilometer disini, bahkan saya mestiu terjebak kemacetan hingga kurang lebih 3 jam, padahal hanya dari Simpang Parit Mayor menuju Kediaman saya yang biasanya hanya 5 menit saja sudah sampai,”ujar Rahmat kesal.

Kemacetan itu menurut Rahmat diakrenakan penggunaan bahu jalan di sisi kiri dan kanan untuk Perkir kendaraan, sementara Jalur Jl Trans Kalimantan disaat-saat tertentu sangat padat dengan kendaraan Expedisi kedalam dan luar kota yang melintas.(tim liputan)

Editor : Heri K

Komentar Anda

Berita Terkini