-->

BREAKING NEWS

ARUS KENDARAAN DARI ARAH JEMBATAN KAPUAS 2 MENUJU JL TRANS KALIMANTAN SUNGAI AMBAWANG MACET TOTAL, KEMACETAN HINGGA MENCAPAI 1 KM, BELUM DIKETAHUI PENYEBABNYA HINGGA KINI BELUM ADA KETERANGAN RESMI, KEBAKARAN KEMBALI TERJADI, KALI INI DI KOMPLEK PERTOKOAN DI JL TRANS KALIMANTAN SUNGAI AMBAWANG KAB KUBU RAYA, NQMUN DAPAT SIATASI DWNGAN CEPAT OLEH PEMADAM KEBAKARAN YANG TIBA DWNGAN CEPAT DI TKP, LEMBAGA PENDIDIKAN YARSI PONTIANAK TANDA TANGANI MOU PENERIMAAN MAHASISWA DARI SANTRI BERPRESTASI DAN HAFIZ-HAFIZHOH TANPA TEST, LAKI SIAP DUKUNG PEMERINTAH DALAM PEMBERANTASAN KORUPSI DI KALBAR, BAPILU DPD PDI PERJUANGAN TARGETKAN MENANG 100 PERSEN PILKADA SERENTAK DI KALBAR, PENEMUAN MAYAT DI GG DUNGUN PONTIANAK HEBOHKAN WARGA SEKITAR, HINGGA SAAT INI MAYAT MASIH BERADA DILOKASI KEJADIAN MENUNGGU APARAT KEPOLISIAN MENGEVAKUASI MAYAT TERSEBUT, PASANG IKLAN ANDA DI SINI, HARGA DAN KWALITAS IKLAN TERJAMIN SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI EMAIL : REDAKSIKALBARNEWS@GMAIL.COM ATAU DI WHATSHAP : 085750113979 - 085245460919

Sutarmidji: Sawit tidak ada Kontribusi dalam APBD Kalbar malah membebani Anggaran

Redaksi author photo
Gubernur Kalbar, Sutarmidji saat hadiri Seminar Pertambangan di Hotel Orchard Pontianak

Pontianak (Kalbar News) - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menyayangkan sampai saat ini belum ada kontribusi Perusahaan Sawit di Kalbar dalam APBD Provinsi Kalbar.

Hal ini disampaikan Sutarmidji dalam sambutan Pembukaan Seminar Pertambangan yang mengambil tema Perlindungan Lingkungan dan Reklamasi Lahan Bekas Tambang Demi Pembangunan Berkelanjutan yang dilaksanakan oleh Perhimpunan Ahli Pertambangan (PERHAPI) Kalimantan Barat di Ballroom Hotel Orcard Jl Gajahmada Pontianak.

"Sampai saat ini tidak ada satu rupiah pun dana dari sawit yang masuk APBD, yang ada malah banyak anggaran APBD itu memperbaiki jalan yang rusak akibat kendaraan angkutan sawit,"ujar Sutarmidji.

Sutarmidji mengatakan dirinya setuju dengan kebijakan Pemerintah Pusat yang melakukan Moratorium izin Perkebunan sawit, meskipun menurut Sutarmidji harusnya ini dilakukan pada 10 Tahun yang lalu.

“Seharusnya ini dilakukan 10 tahun yang lalu, tetapi saat ini moratorium itu sudah dilakukan semoga bisa terlaksana dengan baik,” ungkap Sutarmidji.

Sutarmidji juga berharap apa yang dilakukan Perhapi hari ini bisa menjadi acuan serta bisa menyadarkan para pelaku bisnis pertambangan juga perkebunan untuk tetap menjaga Alam danlingkungan dengan cara dan program yang terencana, salah satunya adalah dengan Reklamasi.

“Saya berharap Pengusaha itu juga ikut menjaga alam ini, jangan hanya berfikir untung saja, tetapi juga memikirkan daerah ini dengan menjaga alam tentunya, daerah yang sudah di ekspoitasi lakukan juga reklamasi, jadi ada Partisipasinya dalam pembangunan ini,”pungkas Sutarmidji. ( tim liputan)

Editor : Heri
Komentar Anda

Berita Terkini