-->

BREAKING NEWS

BANJIR MELANDA BEBERAPA DESA SEPANJANG JL TRANS KALIMANTAN SUNGAI AMBAWANG KAB KUBU RAYA, SELAIN KARENA AIR PASANG CURAH HUJAN SEMAKIN MEMPERPARAH BANJIR TERSEBUT, SEHINGGA MELUMPUHKAN AKTIFITAS WARGA SEKITAR, MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN, EDDY PRABOWO DIKABARKAN DITANGKAP OLEH KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK) DALAM OPERASI TANGKAP TANGAN, ARUS KENDARAAN DARI ARAH JEMBATAN KAPUAS 2 MENUJU JL TRANS KALIMANTAN SUNGAI AMBAWANG MACET TOTAL, KEMACETAN HINGGA MENCAPAI 1 KM, BELUM DIKETAHUI PENYEBABNYA HINGGA KINI BELUM ADA KETERANGAN RESMI, KEBAKARAN KEMBALI TERJADI, KALI INI DI KOMPLEK PERTOKOAN DI JL TRANS KALIMANTAN SUNGAI AMBAWANG KAB KUBU RAYA, NQMUN DAPAT SIATASI DWNGAN CEPAT OLEH PEMADAM KEBAKARAN YANG TIBA DWNGAN CEPAT DI TKP, LEMBAGA PENDIDIKAN YARSI PONTIANAK TANDA TANGANI MOU PENERIMAAN MAHASISWA DARI SANTRI BERPRESTASI DAN HAFIZ-HAFIZHOH TANPA TEST, LAKI SIAP DUKUNG PEMERINTAH DALAM PEMBERANTASAN KORUPSI DI KALBAR, BAPILU DPD PDI PERJUANGAN TARGETKAN MENANG 100 PERSEN PILKADA SERENTAK DI KALBAR, PENEMUAN MAYAT DI GG DUNGUN PONTIANAK HEBOHKAN WARGA SEKITAR, HINGGA SAAT INI MAYAT MASIH BERADA DILOKASI KEJADIAN MENUNGGU APARAT KEPOLISIAN MENGEVAKUASI MAYAT TERSEBUT, PASANG IKLAN ANDA DI SINI, HARGA DAN KWALITAS IKLAN TERJAMIN SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI EMAIL : REDAKSIKALBARNEWS@GMAIL.COM ATAU DI WHATSHAP : 085750113979 - 085245460919

Desa Open Defecation Free (ODF) Kabupaten Sambas Tertinggi Di Kalbar

Redaksi author photo
Bupati Sambas H Atbah Romin Suhaili Tandatangani Deklarasi Desa Open Defecation Free (ODF) (*)

Sambas (Kalbar News) - Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili Deklarasikan Desa Sebagu Kecamatan Teluk Keramat sebagai Desa Open Defecation Free (ODF), yakni Desa dengan kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan.

Atbah menegaskan, semua komponen masyarakat harus komitmen menerapkan prilaku dan pola hidup sehat. Penegasan tersebut disampaikan Bupati atas pendeklarasian Desa Sebagu Kecamatan Teluk Keramat, resmi menjadi Desa ke-66 yang mendeklarasikan diri sebagai desa Open Defecation Free (ODF). 

"Dengan komitmen dan deklarasi ODF tersebut, kedepan kita harus lebih maju dalam aspek kesehatannya,” ujar Atbah. 

Bupati mengungkapkan pengalamannya ketika kunjungan kerja ke jepang. Dikatakan jika Jepang adalah negeri yang sangat maju termasuk teknologi buang airnya. 

Bupati mengajak dengan komitmen deklarasi itu, Masyarakat mendukung. Caranya lanjut dia dengan memberikan perhatian serius terhadap aspek kesehatan. 

“Jangan sampai sakit, sehat itu mahal. Jika sakit, pastinya tidak nyaman, kita harus bayar dan mahal lagi. Jadi yang terpenting adalah kita harus mulai dari sekarang hidup bersih, rapi dan sehat,” kata Atbah. 

Kondisi itu lanjutnya, harus mendapat perhatian serius semua kalangan. Dijelaskan Bupati, karena kondisi sekarang sudah jauh berbeda dibanding dahulu.

“Sekarang ini tidak seperti dulu lagi, jumlah penduduk luar biasa, virus penyakit juga berkembang. Jadi kita harus sensitif dengan kesehatan kita. Semoga dengan deklarasi yang telah dilakukan, masyarakat bisa menjadi lebih sehat,” harap Bupati. 

Sementara Kadis Kesehatan kabupaten Sambas, dr Fatah Maryunani menyebutkan, untuk tahun 2018, ditargetkan 68 desa deklarasi ODF. Disebutkan, Kabupaten Sambas sudah mulai mendeklarasikan ini sejak tahun 2010. 

“Tahun 2010 kita sudah deklarasikan ODF, hingga tahun 2016. Hanya saja tahun 2017 kita yang absen mendeklarasikan ODF. Insya Allah 2018 ini ada 3 desa yang kita dorong mendeklarasikan ini, termasuk desa Sebagu ini,” ungkap Fatah.

Kabupaten Sambas sebut Fatah tertinggi  di Kalbar untuk jumlah desa yang telah mendeklarasikan ODF. Dari 193 desa yang ada, diterangkan dia, 68 Desa sudah komitmen deklarasi. 

“Kabupaten Sambas tertinggi di Kalbar, kita bisa dikatakan sudah 35 persen desa yang telah mendeklarasikan ini,” ucapnya. 

Kadis menambahkan, pentingnya Deklarasi ODF karena memberikan dampak signifikan pada pencegahan beberapa endemik penyakit menular. Mulai dari diare, hingga hepatitis A maupun Tipes.

“Jangka panjang seperti sebaran penyakit cacingan, ini tentunya berbahaya bagi kesehatan masyarakat,” sebutnya. (tim liputan)

Editor : Heri K

Komentar Anda

Berita Terkini