-->

BREAKING NEWS

BANJIR MELANDA BEBERAPA DESA SEPANJANG JL TRANS KALIMANTAN SUNGAI AMBAWANG KAB KUBU RAYA, SELAIN KARENA AIR PASANG CURAH HUJAN SEMAKIN MEMPERPARAH BANJIR TERSEBUT, SEHINGGA MELUMPUHKAN AKTIFITAS WARGA SEKITAR, MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN, EDDY PRABOWO DIKABARKAN DITANGKAP OLEH KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK) DALAM OPERASI TANGKAP TANGAN, ARUS KENDARAAN DARI ARAH JEMBATAN KAPUAS 2 MENUJU JL TRANS KALIMANTAN SUNGAI AMBAWANG MACET TOTAL, KEMACETAN HINGGA MENCAPAI 1 KM, BELUM DIKETAHUI PENYEBABNYA HINGGA KINI BELUM ADA KETERANGAN RESMI, KEBAKARAN KEMBALI TERJADI, KALI INI DI KOMPLEK PERTOKOAN DI JL TRANS KALIMANTAN SUNGAI AMBAWANG KAB KUBU RAYA, NQMUN DAPAT SIATASI DWNGAN CEPAT OLEH PEMADAM KEBAKARAN YANG TIBA DWNGAN CEPAT DI TKP, LEMBAGA PENDIDIKAN YARSI PONTIANAK TANDA TANGANI MOU PENERIMAAN MAHASISWA DARI SANTRI BERPRESTASI DAN HAFIZ-HAFIZHOH TANPA TEST, LAKI SIAP DUKUNG PEMERINTAH DALAM PEMBERANTASAN KORUPSI DI KALBAR, BAPILU DPD PDI PERJUANGAN TARGETKAN MENANG 100 PERSEN PILKADA SERENTAK DI KALBAR, PENEMUAN MAYAT DI GG DUNGUN PONTIANAK HEBOHKAN WARGA SEKITAR, HINGGA SAAT INI MAYAT MASIH BERADA DILOKASI KEJADIAN MENUNGGU APARAT KEPOLISIAN MENGEVAKUASI MAYAT TERSEBUT, PASANG IKLAN ANDA DI SINI, HARGA DAN KWALITAS IKLAN TERJAMIN SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI EMAIL : REDAKSIKALBARNEWS@GMAIL.COM ATAU DI WHATSHAP : 085750113979 - 085245460919

Focus Group Discussion Generasi Milenial Tangkal Radikalisme, Jejaring Terorisme Online, Hoax, Ujaran Kebencian dan Cyber Bullyng di Media Sosial

Redaksi author photo

 
Generasi Millenial terdiri dari Siswa-Siswi lakukan Focus Gruop Discusion (FGD) di Rumah Radank Pontianak
Pontianak (Kalbar News) – dalam rangka menangkal pengaruh Radikalisme, Jejaring Terorisme Online, Hoax, Ujaran Kebencian dan Cyber Bullyng di Media Sosial Dinas Pendidikan dan Kebudayaan lakukan Focus Group Discussion (FGD) guna melakukan Edukasi Pemilih Generasi Milenial Tingkat SMA/SMK se-Kalimantan Barat di Rumah Radank Jl. Sultan Syahrir Pontianak, Kamis (6/9/2018).
 
Peserta Focus Group Discusion tampak antusisa ikuti kegiatan
Dalam sambutan Pembukaanya Kabid SMK/SMA Drs Safriudin mengatakan dalam rangka menangkal pengaruh Radikalisme, Jejaring Terorisme Online, Hoax, Ujaran Kebencian dan Cyber Bullyng di Media Sosial yang terkait pemilih Millenial selain kelemahan juga ada positifnya yaitu untuk kelemahannya Pemilih Millenial Umumnya rasis dan suka mengumpat serta tidak tetap pendirian, dan Positifnya merupakan pribadi yang mempunyai pemikiran yang terbuka dan mampu mengespresikan peerasaannya dan menerima ide dengan cara yang baik.

“Oleh karenanya perlu dilakukan Edukasi atau pendidikan dini terhadap para Pemilih Mullenial atau pemilih Pemula sehingga bisa mengetahui apa yang harus dilakukan ketika menemui ajakan dan dorongan hal-hal yang berkaitan dengan pengaruh Radikalisme, Jejaring Terorisme Online, Hoax, Ujaran Kebencian dan Cyber Bullyng di Media Sosial,” Ungkap Safriudin.

Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) itu menghadirkan Dosen Untan Fakultas Hukum Untan selaku narasumber Dr. Budi Hermawan Bangun SH, M. HUM, Marlen Sitinjak Pemred Tribun Pontianak, Bartolomeus Arosi sebagai Moderatornya.

Dalam pemaparanya Dr. Budi Hermawan Bangun,SH,M.Hum menjelaskan bahwa saat ini Literasi Sosial Media dalam Pemilu di Negara Indonesia sangat signifikan, hal ini sama persis Pemilu yang terjadi di Negara Amerika yang mana setiap Capresnya menggunakan Sosial Media dalam Politik, dan cukup banyak menarik simpati Nitizen seperti halnya Barack Obama yang populer menggunakan Media Sosial Facebook dan Twiter serta tak kalah Juga Presiden Terpilih Amerika serikat Donal Trump. 

“Sehubungan hal tersebut mari kita Bijak dalam bermedsos, jangan sampai hal - hal yang tidak penting selalu di Update apalagi yang berbau SARA karena dapat dijerat dengan Undang-undang ITE,” ungkapnya.

Sementara itu Marlen Sitinjak menyampaikan beberapa hal yang harus diketahui dalam menggunakan Sosial Media dan Harus Cerdas karena banyak konten yang diunggah maupun diupload oleh Penggunanya menyalahi aturan hukum antara lain Pornografi, Kekerasan, Ujaran Kebencian, Sadisme, Pelecehan, Spam, Ancaman, Privasi dan Duplikasi.

“Oleh karena itu kita harus benar-benar bijak dalam bermedsos, apalagi trend saat ini, bahwa Indonesia merupakan pengguna Sosial Media termasuk negara yang banyak menggunakan Sosial Media, sesuai dengan data tahun 2012  Indonesia Peringkat Pertama dalam menggunakan Sosmed berupa Twiter,” jelas Marlen.

Di akhir kegiatan Marlen juga mennyampaikan saat ini banyak perusahaan maupun lembaga lainnya yang melihat Jejak Digital sebelum menerima orang yang akan melamar sebuah Pekerjaan. (tim liputan).

Editor : Heri K
Komentar Anda

Berita Terkini