-->

BREAKING NEWS

RUDI HARTONO PEMUDA ASAL KABUPATEN BERHASIL RAIH JUARA II PEMUDA PELOPOR TINGKAT NASIONAL MEMBAWA NAMA KABUPATEN KUBU RAYA DAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT, PERINGATI HARI SANTRI MWC NU KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG LAKUKAN RAPAT KERJA UNTUK MEMFOKUSKAN KINERJA PENGURUS RANTING YANG BARU SAJA DILANTIK, RAPAT KERJA MWCNU KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG INI DIHADIRI KETU PCNU KAB KUBU RAYA, KH ABDUSSALAM, M.Si, PASANG IKLAN ANDA DI SINI, HARGA DAN KWALITAS IKLAN TERJAMIN SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI EMAIL : REDAKSIKALBARNEWS@GMAIL.COM ATAU DI WHATSHAP : 085750113979 - 085245460919

Rawat Keberagaman Budaya, Paguyuban Jawa Kalbar Ajak Semua Tokoh jaga Silahturahmi dengan Nyeruput Kopi ala Masyarakat Jawa

Redaksi author photo
Tampak Tokoh Masyarakat bersama Paguyuban Jawa Kalimantan Barat dalam acara Nyeruput Kopi


Pontianak (Kalbar News) – Dalam rangka mengisi Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia Paguyuban Jawa kalimantan Barat (PJKB) lakukan kegiatan Nyeruput Kopi atau Coffe Morning yang dilakukan di Balirung Rumah Melayu Kalbar Jl Sutan Syarir Pontianak, Kamis (9/8/2018).

Nyeruput Kopi dalam Tradisi Jawa adalah menikmati secangkir Kopi sbelum melakukan Aktifitas dengan menikmati dan meminum dengan cara di tuang di lepek sambil menikmati jajanan Pasar.

Tampak hadir dalam kegiatan Nyeruput Kopi bersama Paguyuban Jawa Kalbar, Dir Binmas Polda Kalbar, Waka Polresta, Kasat Binmas Polresta, Prof Chairil Effendi yang juga Ketua MABM Kalbar, Prof Slamet Rahardjo, SH Sesepuh Paguyuban Jawa dab ketua PEPADI, HM. Sulaiman Tokoh Sesepuh IKBM, Sy Abdullah Al-Kadrie Anggota DPR-RI Dapil Kalbar, Drs Yakobus Kumis Sekjen MADN, H Andi Bachrun Ketua KKSS, Drs Rihat Natsir Silalahi, Ketua Kerabat Batak, H Martias Ketua IKSR Sumatera Barat, Dra Suprobowati Kemenkumham Kalbar, Imam Muhadi Ketua DPD Parti Kalbar, Ikatan Lanceng Praben (ILP), Tokoh Pemuda serta Tokoh Masyarakat Jawa dari bebarapa Kabupaten terdekat.

Dalam Sambutanya Dirbinmas Kombes Pol Mujiono, Polda Kalbar menyambut baik kegiatan dari Organisasi Masyarakat dalam rangka menjaga Persatuan dan Keberagfaman seperti yang dilakukan Paguyuban Jawa Kalbar, serta oleh Organisasi Adat Budaya yang lain.

“Ini adalah Tradisi berkomunikasi yang baik, Coffe Morning atau Nyeruput Kopi dalam Istialh Jawa adalah tradisi yang sangat baik dalam rangka menjaga silahturami antara sesama anak bangsa, kami berharap ini terus dijaga dan dilestarikan,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Umum Paguyuban Jawa Kalbar H Sadimo Yitno Poerbowo mengatakan, kegiatan Nyeruput Kopi ini adalah kegiatan yang digagas oleh Prof Chairil Effendi ketua MABM Kalbar sebagai wadah bersilahturahmi dan berkomunikasi dalam merawat sertya menjaga Keharmonisan berkomunikasi antara Masyarakat di Kalimantan Barat.

“Nyeruput Kopi atau Coffe Morning ini adalah agenda bersama semua Organisasi Adat Budaya yang digagas MABM dan akan dilakukan secara bergantian oleh semua Organisasi Adat Budaya di Kalbar, Kali ini PJKB menjadi Penyelenggarannya,” jelas Sadimo.

Sadimo menjelaskan Tradisi Nyeruput Kopi biasa dilakukan Warga Jawa ketika akan melakukan aktifitasnya, dengan menyeruput kopi dan dilakukan bersama teman dan kolega sambil berbincang-bincang tentang hal-hal ringan.

“Nyeruput Kopi selalu dilakukan Masyrakat Jawa baik di Jawa ataupun disini, hanya caranya sedikit berbeda, kalau di Jawa Nyeruput kopinya melalui lepeknya, bukan dari Gelas langsung, ini dilakukan selain agar cepat dingin juga memang menunjukkan kesederhanaan tradisi Nyeruput Kopi,”jelas Sadimo lagi.

Nyeruput Kopi Bersama Paguyuban Jawa Kalbar juga diisi dengan Dialog kebangsaan dalam keberagaman budaya menuju Kalbar Berbudaya mengungkapkan pendapat tokoh Adat serta Akademisi yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Di tempat yang sama Prof Chairil Effendi Ketua MABM mengapresiasi acara Nyeruput Kopi Paguyuban Jawa Kalbar yang bisa menghadirkan dan menghidupkan Semangat Kebersamaan juga menghidangkan Kuliner Khas Jawa, mulai garang Asem, Bakso hingga Jamu Gendong dan tidak ketinggalan Kopi Khas Jawa.

“Paguyuban Jawa sangat Luar biasa, kita lihat tadi begitu semangatnya serta kebersamaan semua Tokoh baik dari Paguyuban Jawa sendiri maupun Tokoh Adat Budaya dari daerah lain, ini bukti bahwa kita adalah satu dalam keberagaman, dan ini mesti kita rawat dan lestarikan,” Pungkasnya. (ej)

Editor : Heri K
 
Komentar Anda

Berita Terkini