-->

BREAKING NEWS

KEBAKARAN MELANDA DUA LOKASI DI KUBU RAYA 2 RUMAH DI JL ADI SUCIPTO KEC SUNGAI RAYA DAN DI PARIT GADO KEC SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA, WARGA DIHEBOHKAN DENGAN TEMUAN SESEORANG DITEMUKAN DALAM KEADAAN MENINGGAL DI KAWASAN PARIT BESAR PONTIANAK, HINGGA KINI BELUM DIKETAHUI SIAPA DAN MENINGGAL KARENA APA, BELUM ADA KETERANGAN MENGENAI TEMUAN MAYAT ITU, RUDI HARTONO PEMUDA ASAL KABUPATEN BERHASIL RAIH JUARA II PEMUDA PELOPOR TINGKAT NASIONAL MEMBAWA NAMA KABUPATEN KUBU RAYA DAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT, PERINGATI HARI SANTRI MWC NU KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG LAKUKAN RAPAT KERJA UNTUK MEMFOKUSKAN KINERJA PENGURUS RANTING YANG BARU SAJA DILANTIK, RAPAT KERJA MWCNU KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG INI DIHADIRI KETU PCNU KAB KUBU RAYA, KH ABDUSSALAM, M.Si, PASANG IKLAN ANDA DI SINI, HARGA DAN KWALITAS IKLAN TERJAMIN SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI EMAIL : REDAKSIKALBARNEWS@GMAIL.COM ATAU DI WHATSHAP : 085750113979 - 085245460919

Seorang Pejabat Teras Polda Kalbar tertangkap membawa Narkoba di Bandara dan dicopot dari jabatanya, ada apa sebenarnya

Redaksi author photo
Markas Kepolisian Daerah Kalimantan Barat di Jalan Achmad Yani Pontianak (*)

Pontianak (Kalbar News) – Seorang Pejabat Teras Polda Kalbar, Wadir Narkoba tertangkap di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta karena diduga membawa Narkoba jenis sabu, Minggu (29/7/2018).

Hal ini tentu saja mencoreng institusi Kepolisian dan langsung ditindak tegas dengan pencopotan dari jabatan serta diproses pidanaya, jelas Karo Penmas Devisi Humas Polri Brigjend M Iqbal.

“Oknum AKBP H tersebut sudah dicopot dari jabatannya dan kita proses pelanggaran kode etik profesinya dan proses pidananya,” katanya.

Pencopotan Hartono tertuang dalam Surat Telegram bernomor ST/1855/VII/KEP/2018 tanggal 28 Juli 2018, Surat telegram Kapolri yang ditanda tangani ASDM Polri Irjen Arief Sulistyanto.

Sementara itu Kapolda Kalbar, Irjen Polisi Didi Haryono membenarkan peristiwa tertangkapnya Anggotanya di bandara Sokerano -Hatta  saat membawa sabu-sabu .

Kapolda kalbar menyatakan  tidak akan segan untuk memecat  anggotanya yang terlibat kasus narkoba apakah sebagai pemakai atau sindikat.

“Integritas dan komitmen seorang Polri harus teruji, tidak ada toleransi bagi yang main-main dengan Narkoba, anggota yang terlibat akan dipecat, jangan karena pelanggaran satu orang menjadi beban institusi dan anggota yang lainnya,” Pungkasnya. (tim liputan)

Editor : Heri K


Komentar Anda

Berita Terkini